tulisan2_ekoperasi_Tanggung jawab dan kreativitas



Nama : Diyanah Fauziyyah Meiliawati
NPM : 13214223
Kelas : 3EA19

KISAH SUKSES CHAIRUL TANJUNG “SI ANAK SINGKONG”
Chairul lahir di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama di sebuah surat kabar kecil. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena tulisannya dianggap berbahaya dan berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit.

Kedua orangtua sangat tegas dalam mendidik anak-anaknya, termasuk CT. Orangtuanya mempunyai prinsip, “Agar bisa keluar dari jerat kemiskinan, pendidikan merupakan langkah yang harus ditempuh dengan segala daya dan upaya.” Apa pun akan mereka upayakan agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan tinggi sebagai bekal utama kehidupan masa depan. Sang ibunda, Halimah, mengatakan bahwa uang kuliah CT pertama yang diberikan kepadanya, diperoleh ibunda dari menggadaikan kain halus miliknya.

Naluri pengusaha mulai muncul dalam dirinya saat ia menjadi Mahasiswa, untuk membiayai kuliahnya yang cukup besar dia berjualan buku kuliah stensilan dan kaos selain itu Ia juga pernah membuka usaha foto kopi dikampus. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi usahanya ini tidak berhasil, Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia, Chairul bersama tiga rekannya  mendirikan PT Pariarti Shindutama  pada tahun 1987. Dengan modal awal Rp 150 juta dari Bank Exim,  (PT Pariarti Shindutama adalah perusahaan yang kegiatannya memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor). Karena Kerja keras yang luar biasa perusahaan tersebut mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena ada masalah internal dalam perusahaan (perbedaan visi tentang ekspansi usaha), Chairulpun memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri.

Beliau sangatlah piawai dalam membangun jaringan dan berorganisasi hal inilah yang membuat bisnisnya semakin berkembang. Setelah keluar dari PT Pariarti Shindutama Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: yaitu keuangan, properti, dan multimedia. Kemudian ia pun mendirikan sebuah kelompok perusahaan dengan nama Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai fatherholding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo(media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).

Semua kesuksesan yang Ia genggam saat ini tentunya tidak Ia raih secara instan. Lika-liku kegagalan dalam membangun sebuah usaha pastinya tak pernah luput dari perjalanannya. Namun baginya, kegagalan adalah sahabat terbaik bagi Chairul Tanjung. Karena dari sebuah kegagalan, Ia bisa belajar tentang banyak hal baru.
Kunci kesuksesan Chairul Tanjung :
  • Kerja Keras
“Seorang calon pengusaha tidak boleh cengeng dan mudah menyerah,” tegas Chairul Tanjung. Melihat potensi kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah, tentunya amat disayangkan bila kita tidak memanfaatkan kelebihan tersebut dengan maksimal. Karenanya, wajib hukumnya bagi setiap pengusaha untuk tetap menomorsatukan kerja keras dibandingkan memikirkan modal usaha. “Kita kebanyakan makan mie instan, sehingga segala sesuatunya juga mau instant,” ujar Chairul Tanjung sembari bergurau. Padahal kenyataannya beliau rela bekerja hingga lebih dari 18 jam untuk mewujudkan semua mimpinya yang terkadang dianggap orang lain berlebihan.
  • Kerja Cerdas
Selain kerja keras, seorang pengusaha juga dituntut untuk bisa kerja cerdas. Sebab, ketika Anda terjun menjadi seorang entrepreneur, maka secara tidak langsung Anda juga harus bisa membuat perencanaan yang baik, mengambil keputusan dengan tepat, dan mengatasi semua kendala usaha dengan cerdas. Contoh nyata bisa kita lihat dari keberhasilan Chairul Tanjung yang menciptakan ide-ide segar dan mewujudkannya menjadi nyata. Seperti misalnya inovasi Trans Studio buatannya yang belakangan ini disebut-sebut sebagai taman bermain di dalam ruangan (indoor) terbesar di Indonesia.  “Saya membeli masa depan dengan uang masa lalu.” tutur Chairul Tanjung yang dituliskan dalam buku “Si Anak Singkong”.
  • Kerja Ikhlas
Ketika Anda sudah bekerja keras dan bekerja cerdas, maka kunci sukses yang terakhir adalah kerja ikhlas. Setelah semuanya Anda kerjakan dengan optimal, maka selanjutnya serahkan segala keputusan kepada Yang Maha Kuasa. “Syukuri apa yang kita miliki, jangan pernah berburuk sangka terhadap kuasa-Nya, maka Allah akan menambahkan segala nikmat-Nya kepada kita.” pesan Chairul Tanjung. Ia selalu berpesan kepada setiap pengusaha untuk terus mensyukuri keberhasilan yang mereka dapatkan hari itu, dan terus ikhtiar dan bertawakal untuk mencapai puncak kesuksesan yang diinginkan.

Sumber : http://kisahsukses.info/kisah-sukses-chairul-tanjung-si-anak-singkong.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMUNIKASI BISNIS

Tokoh Koperasi Dunia (Jerman)

KESIMPULAN ILMU BUDAYA DASAR