Ilmu Budaya Dasar sebagai komponen Mata Kuliah Dasar Umum
Ilmu budaya dasar (IBD) perlu bagi setiap mahasiswa, sehingga perlu mempelajarinya. Karena itu IBD kemudian dimasukkan ke dalam salah satu mata kuliah dasar umum (MKDU), yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa di perguruan tinggi. Tujuannya ialah untuk membentuk mahasiswa yang:
1)    Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , bersikap dan bertindak sesuai dengan agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
2)    Berjiwa Pancasila, sehingga segala keputusan dan tindakannya mencerminkan pengalaman nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
3)    Memiliki wawasan kehidupan yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama berperan serta dalam pelestariannya.
4)    Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.

Oleh Martiatmodjo, BS dalam “Catatan Kecil tentang Humaniora”, Kompas, 31 Maret 1983 dikatakan: Ilmu Budaya Dasar.
     Ilmu budaya dasar sebagai mata kuliah wajib di Perguruan Tinggi adalah terjemahan dari istilah Basic Humanities atau pendidikan humaniora. Humaniora dalam bahasa Latin berarti manusiawi. Humaniora ini menyajikan bahan pendidikan yang mencerminkan keutuhan manusia dan membantu agar manusia menjadi lebih manusiawi. Sehubungan itu filosof Indonesia Martiatmodjo menegaskan bahwa perlunya humaniora bagi pendidik berarti menempatkan manusia ditengah-tengah proses pendidik.
Adapun sumbangan humaniora kepada proses pendidikan menurut beliau ada tiga, yang dengan pengamatan singkatnya sebagau berikut:
(1)  Menyatuderapkan pengembangan pikiran (rasio) dengan hati (rasa)
(2)  Memperkenalkan kepada anak didik pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan abadi.
(3)  Mengerjasamakan pendidik dengan anak didik serta teori dan praktek.
Penjelasan untuk masing-masing adalah demikian. Pertama, pengembangan akal manusia yang penting bukan maksimalnya, melainkan optimalnya, yakni dengan pengarahan potensi budi manusia kepada yang baik. Menjadikan manusai bijaksana harus dilengkapi dengan memanusiakan perilakunya. Kedua, melalui penguasaan bahasa yang betul dan pengenalan yang baik terhadap sastra, seni dan sejarah, anak didik dibentuk untuk mengenal pola-pola nilai secara luas, sehingga akhirnya ia mampu meneliti sikap dan perilakunya sendiri terhadap gejala-gejala social, ekonomi, politik dan budaya dalam masyarakat. Semuanya itu dalam rangka mencari cara-cara memperbaiki kepincangan sosial.
      Ketiga, berkaitan dengan metode humaniora sendiri yang mengutamakan kerjasam antara pendidik dan anak didik dan antara teori yang diajarkan dan prakteknya dalam kehidupan. Ini meliputi retorika tertulis dan yang lisan. Yang terakhir ini menyangkut deklamasi, sandiwara, debat dan berdiskusi.
      Menurut M. Habib Mustopo, tujuan IBD ialah mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pikirannya, baik yang menyangkut diri sendiri Maupun yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya.
      Untuk menjangkau tujuan tersebut, maka Ilmu budaya Dasar (IBD) diharapkan:
a)    Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
b)    Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
c)    Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara, serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jauh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat. Mata kuliah ini berusaha menambah kemampuan mahasiswa untuk menanggapi nilai-nilai dan masalah dalam masyarakat lingkungan mereka khususnya dan masalah serta nilai-nilai umumnya tanpa terlalu terikat oleh disiplin mereka.
d)    Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi kita agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Kalau cara berkomunikasi ini baik, komunikasi ini selanjutnya akan lebih memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang keahlian.
      Sesuai dengan materi yang disajikan dalam materi ini, maka tujuan Ilmu Budaya Dasar secara keseluruhan ialah:
1.    Agar mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang Ilmu Budaya Dasar.
2.    Agar mahasiswa mengetahui dan memahami arti kasih saying, kemesraan dan pemujaan.
3.    Agar mahasiswa memahami dan mengetahui arti keindahan
4.    Agar mahasiswa memahami dan mengetahui arti penderitaan.
5.    Agar mahasiswa mengetahui dan memahami arti keadilan bagi kehidupan manusia.
6.    Agar mahasiswa memahami dan mengetahui arti pandangan hidup.
7.    Agar mahasiswa memahami dan mengetahui arti tanggung jawab bagi kehidupan manusia.
8.    Agar mahasiswa dapat mengetahui tentang seluk beluk kegelisahan dalam hubungannya dengan kehidupan manusia.
9.    Agar mahasiswa mengetahui seluk beluk harapan dalam kehidupan manusia.
      Dapatlah dirinci secara singkat bahwa tujuan Ilmu Budaya Dasar (IBD) ialah:
1.    Agar mahasiswa lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta bertanggung jawab, serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
2.    Menyadarkan mahasiswa terhdap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai lain yang hidup dalam masyarakat.
3.    Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan daya kebudayaan
4.    Menambah kemampuan mahasiswa untuk menanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia tanpa terpikat oleh disiplin mereka.
5.    Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
6.    Agar dapat memenuhi tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma Pendidikan.
      Sebagai kesimpulan setelah manusia menerima mata kuliah IBD hendaknya mereka dapat memperlihatkan:
1)    Minat dan kebiasaan meneyelidiki apa-apa yang terjadi disekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yang akan dikerjakan sendiri dan mengapa.
2)    Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
3)    Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka akan nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
4)    Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasakannya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.

“Ilmu Budaya Dasar” adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian yang tergolong dalam Pengetahuan Budaya
Rumusan masalah-masalah yang akan dikaji dalam Ilmu Budaya Dasar diformulasikan ke dalam satu tema, yaitu manusia sebagai makhluk Budaya. Tema ini akan dikembangkan lebih lanjut ke dalam delapan pokok bahasan, dan sub pokok bahasan yaitu:
1.    Manusia dan cinta kasih:
-       Cinta antara pria dan wanita.
-       Kekeluargaan.
-       Persaudaraan.
2.    Manusia dan keindahan:
-       Kontemplasi.
-       Ekstasi.
3.    Manusia dan penderitaan
-       Nasib buruk.
-       Penyesalan.
-       Kehilangan yang dicintai.
4.    Manusia dan keadilan:
-       Rasa keadilan.
-       Perlakuan yang adil.
5.    Manusia dan pandangan hidup:
-       Cita-cita.
-       Kebajikan.
6.    Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian:
-       Kesadaran.
-       Kewajiban.
-       Pengorbanan.
7.    Manusia dan kegelisahan:
-       Keterasingan.
-       Kesepian.
-       Ketidakpastian.
8.    Manusia dan harapan:
-       Kepercayaan diri.
-       Gairah mengatasi kesulitan.

MASALAH KEBUDAYAAN

1.         PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN PERADABAN

            Kebudayaan berasal dari perkataan latin: “colere” yang artinya mengolah, menyuburkan, dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture “sebagai daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.
Ditinjau dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa Sansakerta “buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.
           Pendapat lain mengatakan bahwa kata budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budidaya, yang berarti daya dan budi. Karena itu mereka membedakan antara budaya dan kebudayaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa; dan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut.
           A.L. Kroeber dan C. Kluckhohn, yang pernah mengumpulkan sebanyak mungkin definisi tentang paham kebudayaan. Terbukti ada 160 macam definisi tentang kebudayaan, yang kemudian dianalisis dicari intinya dan diklasifikasikan dalam berbagai golongan, dan kemudian hasil penyelidikan itu diterbitkan dalam suatu kitab bernama “Culture, A critical Review of Concepts and definitions 1952”.
          Adapun ahli antropologi E. B. Taylor, yang merumuskan definisi kebudayaan dalam bukunya yang terkenal: “Primitive Culture” bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahun, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain.
         Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa bagi ilmu sosial arti kebudayaan adalah amat luas, meliputi kelakuan dan hasil kelakuan manusia.
         Dalam masyarakat ramai kebudayaan sering di artikan sebagai THE GENERAL BODY OF THE ARTS.
         Di samping definisi-definisi di atas, masih banyak definisi yang dikemukakan oleh para sarjana-sarjana Indonesia:
1.      Sutan Takdir Alisyahbana: Kebudayaan adalah manifestasi dari suatu bangsa
2.      Dr. Moh. Hatta: kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa
3.      Mangunsarkoro: kebudayaan adalah segala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia dalam  arti yang seluas-luasnya
4.      Haji Agus Salim: kebudayaan adalah merupakan persatuan istilah budi dan daya menjadi makna sejiwa dan tidak dapat dipisah-pisahkan
5.      Dawson dalam bukunya “Age of the Gods”, kebudayaan adalah cara hidup bersama.
6.      E. B. Taylor dalam bukunya “Primitive Culture”: kebudayaan adalah suatu satu kesatuan atau jalinan kompleks, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, susila, hukum, adat istiadat dan kesanggupan-kesanggupan lain yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
7.      Drs. Sidi Gazalba: kebudayaan adalah cara berpikir dan merasa menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia, yang membentuk kesatuan sosial dalam suatu ruang dan waktu.
         Dapatlah kiranya kita tarik kesimpulan bahwa kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.
Hasil buah budi (budaya) manusia itu dapat kita bagi menjadi 2 macam:
1.      Kebudayaan material (lahir)
2.      Kebudayaan immaterial (batin)

KEBUDAYAAN DAN PERADABAN

          Menurut ahli antropologi De Haan, peradaban diperlawankan dengan kebudayaan. Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi dan ilmu teknik. Jadi semua bidang kehidupan untuk kegunaan praktis.
          Sedangkan kebudayaan adalah semua yang berasal dari hasrat dan gairah yg lebih tinggi dan murni yang berada di atas tujuan praktis dalam hubungan masyarakat misalnya: musik, puisi, agama, ilmu filsafat dan lain-lain. Jadi lapisan di atas adalah kebudayaan, sedang lapisan bawah adalah peradaban.
          Sarjana antropologi Beals dan Hoiyer mengatakan bahwa peradaban sama dengan kebudayaan apabila dipandang dari segi kualitasnya; tetapi berbeda dalam kuantitas, isi, dan kompleks pola-polanya.

2.      WUJUD KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSURNYA

Prof. Dr. Koentjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam, yaitu:
1.      Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya.
2.      Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
3.      Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia
Wujud pertama adalah wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, tak dapat diraba dan difoto. Letaknya dalam alam pikiran manusia.
Wujud kedua adalah yang disebut sistem sosial, yaitu mengenai tindakan berpola manusia itu sendiri. Sifatnya konkrit sehingga bisa diobservasi, difoto dan didokumentir.
Wujud ketiga adalah yang disebut kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik karya manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat konkrit.

3.      HUBUNGAN ANTARA MANUSIA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

1.      Hubungan manusia dengan masyarakat
Hidup bermasyarakat itu adalah rukun bagi manusia agar benar-benar dapat mengembangkan budayanya dan mencapai kebudayaannya. Tanpa masyarakat hidup manusia tidak dapat menunjukan sifat-sifat kemanusiaan.
2.      Hubungan manusia dengan kebudayaan
Manusia lah yang dapat menghasilkan kebudayaan, dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa manusia.
3.      Hubungan masyarakat dengan kebudayaan
Kebudayaan tak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat, dan eksistensi masyarakat itu hanya dapat dimungkinkan oleh adanya kebudayaan
4.      Hubungan manusia, masyarakat, dan kebudayaan
Manusia, masyarakat, dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat lagi dipisahkan dalam artinya yang utuh. Karena ketiga unsur inilah kehidupan mahluk sosial berlangsung.

4.      PENGARUH BARAT DAN KEBUDAYAAN NASIONAL

          Kebudayaan Barat yang disebut kebudayaan modern itu bermula pada jaman Renaisance. Kedatangan bangsa barat yang semula berlatar belakang perdagangan itu kemudian berubah menjadi penjajahan.
          Pertemuan dengan bangsa-bangsa Eropa telah memperkenalkan kepada kita unsur-unsur budaya sebagai berikut: ilmu pengetahuan/teknologi, sistem sosial, sistem ekonomi, peralatan, bahasa Eropa, kesenian, dan agama Kristen.
          Pengaruh kebudayaan barat sangat nyata dengan adanya proses modernisasi kehidupan masyarakat kita.
         Sistem demokrasi barat telah mempercepat bangsa kita untuk menggalang solidaritas masyarakat terutama sesudah lepas dari penjajahan, untuk menyusun sistem sosial dan organisasi pemerintah yang sesuai dengan tuntutan jaman.
         Tekanan-tekanan budaya barat terhadap budaya Indonesia sebelumnya, yaitu anasir asli, Hindu, dan Islam, memanglah cukup berat. Namun dalam praktek kehidupan sehari-hari masyarakat belum mau demikian saja meninggalkan unsur kebudayaan tradisionalnya. Mereka masih berusaha memadukan unsur-unsur modern dan tradisional.

KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA

1.      Kebudayaan nasional adalah berupa puncak dari budaya suku-suku yang menghuni bumi Nusantara ini.
2.      Kebudayaan Nasional adalah hasil sintesa dari berbagai jenis budaya suku tersebut, yang membentuk pola baru.
Apabila kita mau mengamati lebih dalam lagi tentang kebudayaan kita, akan nampaklah bahwa di dalam keberbedaan budaya Indonesia terdapat pula kesamaan. Beberapa di antaranya ada dalam:
1.      Pancasila
2.      UUD 45
3.      Sumpah pemuda 28 oktober 1928
4.      Bendera merah-putih, lagu Indonesia Raya dan Lambang Garuda
5.      Bahasa Indonesia
6.      Kepercayaan pada roh nenek moyang
7.      Sikap ramah dan gotong royong
8.      Modernisasi dan pembangunan


5.      KEBUDAYAAN DAN AGAMA

PENGARUH AGAMA TERHADAP KEBUDAYAAN
            Menurut Prof. Koesoemadi SH: Pengaruh kebudayaan Hindu terhadap kebudayaan Indonesia itu bersifat damai dan mendorong. Sebab datangnya kebudayaan hindu bersifat menggiatkan dan meninggikan kebudayaan Indonesia-Kuno dengan tiada melepaskan kepribadian, dan setelah kebudayaan Hindu hilang, kebudayaan Indonesia tetap kaya dan tetap tinggal dalam kepribadiannya.
            Menurut Yosselin de Yong: pengaruh Islam terhadap kebudayaan Indonesia bersifat damai dan membangun. Jadi tidak hanya damai dan mendorong saja, tetapi juga membangun. Seperti pengaruh-pengaruh agama Islam dalam perkawinan, warisan, hak-hak wanita dan lain-lain.
            Kami sependapat dengan analisis Yong tersebut sebab ternyata pengaruh Islam tidak hanya pada kepercayaan dan adat istiadat sehari-hari, bahkan sampai pada bidang hukum dan upacara-upacaranya. Dan kami sependapat dengan istilah adaptasi, sehingga Islam adalah satu-satunya agama yang lengkap dan sebagai sumber kebudayaan.


                                                MANUSIA DAN CINTA KASIH
1.    Makna kasih sayang
Dalam kasus umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminto, kasih sayang diartikan dengan perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kasih sayang ini sadar atau tidak dari masing-masing dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga kedua nya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, akan terancam kebahagiaan rumah tangganya.
Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang sudah dewasa, melain kan bayi yang masih merah pun dapat merasakan kasih sayang dari ayah atau ibunya.
Semua itu sebenarnya wajar karena tugas sang ibu adalah menyusui anaknya dengan kasih sayang yang tulus. Seorang ibu yang sedang menyusui anaknya dapat kita lihat setiap hari di dunia dimanapun. Justru seorang ibu yang tidak dapat menyusui dianggap salah oleh masyarakat, kecuali ibu itu sakit.
Kasih sayang dapat dialami oleh setiap manusia, karena kasih sayang merupakan bagian hidup manusia. Sejak lahir anak telah mengenal kasih sayang, meskipun ada pula kelahiran anak tidak diharapkan, namun hal itu termasuk perkecualian. Kelahiran anak yang tidak diharapkan, umumnya bukan lahir karena hasil kasih sayang.
Kasih sayang yang berlebihan cenderung merupakan pemanjaan. Pemanjaan anak berakibat kurang baik, karena umumnya anak yang dimanjakan menjadi anak yang sombong, pemboros, tidak saleh, dan tidak menghormati orang tua.
2.    Kasih sayang dalam Keluarga

Bila percintaan pria-wanita diakhiri dengan perkawinan maka didalam kehidupan berumah tangga, dikeluarga ini akan menemukan kebahagiaan mereka.

 Zaman sekarang ini banyak orang merasakan bahwa kebahagiaan itu adalah suatu keadaan abstrak yang sulit dicapai. Sebetulnya masih ada jalan untuk menemukan kebahagiaan atau setidaknya untuk mengurangi pukulan badai kehidupan.

Namun dengan membangun kasih sayang yang erat dalam keluarga maka setidaknya kita mempunyai suatu tempat damai dan teduh ditengah kemelutnya persoalan hidup. 

3.    Makna Kemesraan

Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih yang telah mendalam. Filsuf Rusia, salovjev dalam bukunya “MAKNA KASIH” menyatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain.”

Yose Ortega Y Gasset dalam novelnya “One Love” mengatakan “dikedalaman sanubarinya seorang pecinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan objek cintanya persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh ekstensinya”.

Selanjut nya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah akan kehilangan pribadi dalam aliran energy cinta tersebut. Malah pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.

Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat membangkitkan daya kreatifitas manusia untuk menciptakan atau menikmati seni budaya, seni sastra, seni music, seni tari, seni lukis, dan sebagainya.

4.    Makna Pemujaan

Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. hal ini, dikarenakan pemujaan kepada tuhan adalah inti, nilai, dan makna kehidupan yang sebenarnya. Penyebab hal itu terjadi karena Tuhan menciptakan alam semesta. Seperti dalam surat Al-Furqan ayat 59-60 yang menyatakan : “ Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian massa, kemudian dia bertahta dalam singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui”. Selanjutnya ayat 60, “Bila dikatakan kepada mereka sujudlah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih”.

Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintah-Nya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya.

a.  Cara pemujaan

Dalam kehidupan manusia dapat beragai cara pemujaan sesuai dengan agama kepercayaan, kondisi, dan situasi. Yang dirumah, dimasjid, digereja, dipura, dicandi bahkan ditempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan.

Di alam semesta ini tidak ada seorangpun yang memebantah bahwa Tuhan itu pencipta segalanya. Tuhan Maha Pengasih, Tuhan Maha Tahu, Tuhan Maha Menetukan, Tuhan Maha Bijak, dan masih banyak lagi sifat Tuhan, tidak ada yang menyangkal.

Bila setiap hari manusia memuja kebesaran-Nya dan selalu memohon apa yang kita inginkan, dan Tuhan selalu mengabulkan permintaan umat-Nya, maka wajarlah cinta manusia kepada Tuhan adalah cinta mutlak. Cinta yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Alangkah besarnya dosa kita, apabila kita tidak mencintai-Nya, meskipun hanya sekejap.

b.    Tempat Ibadah

Masjid, gereja, candi, pura, dan lain-lain lagi adalah tempat manusia berkomunikasi dengan Tuhannya. Ditempat ini dianggap Tuhan “berada” karena tempat itu dianggap suci, maka tidaklah pantas dan tidak wajar bila tempat-tempat itu dipergukan untuk segala keperluan, kecuali keperluan untuk membesarkan nama Tuhan.

Apabila masyarakat berhasil membangun tempat ibadah manusia berkomunikasi dengan Tuhan yang dianggap Tuhan sebesar dan seindah mungkin, maka bangga lah masyarakat itu. Kebanggaan itu adalah kepuasan batin nya akan kemaksimalan cinta nya, pengabdiannya kepada Tuhan.  

5.    Makna Belas Kasihan

Cinta sesama ini diberikan istilah “belas kasihan” untuk membedakan antara cinta kepada orangtua, pria wanita, cinta kepada Tuhan.

Belas kasihan terhadap sesama pada hakikatnya adalah cinta terhadap sesama, yang berarti melaksanakan ajaran agama. Perbuatan atau sifat yang menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak.   

Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mempunyai arti yang luas. Mungkin tua, yatim-piatu, penyakit yang dideritanya, dan sebagainya.
   
                    


MANUSIA DAN KEINDAHAN

1.    MaknaKeindahan
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tak indah.
            Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau local.
Sekarang masalahnya ialah apakah keindahan itu? Apakah nilai estetik itu? Apakah yang mendorong manusia menciptakan keindahan? Bagaimana proses terjadinya keindahan? Hasil seni yang bagaimanakah yang tergolong memenuhi syarat keindahan itu?

a.)   Apakah keindahan itu?
Berbicara tentang keindahan mau tak mau kita harus menengok jauh kebelakang yaitu kejaman Yunani Kuno, abad ke-18. Pada saat itu pengertian keindahan telah dipelajari oleh para filsuf. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan” dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu berasal dari bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
      Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.Untuk membedakan ini dalam bahasa inggris sering digunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal yang indah).Dalam pembahasan filsafat kedua pengertian ini kadang-kadang dicampuradukkan saja.Selain itu menurut luasnya,dibedakan pengertian : 1. Keindahan dalam arti luas. 2. Keindahan dalam arti estetik murni. 3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
1.    Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hokum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
Plotinus mengatakan tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetik disebutnya “symmetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada seni pahat dan arsitektur) dan “harmonia” untuk keindahan berdasarkan pendengaran (music).
Jadipengertian yang seluas-luasnya meliputi :
ü  Keindahanseni
ü  Keindahanalam
ü  Keindahan moral
ü  Keindahanintelektual
2.    Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman yang diserapnya.
3.    Keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda  yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna .
Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keseimbangan (balance), dan kebalikan (contrast).
Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pendapat yang mengatakan bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.
Filsuf seni dewasa ini  merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan-pencerapan indera kita (beauty is unity of formal realitions of our sense perceptions).

b.)   Nilai estetik
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan dan sebagainya.Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam “Dictionary of Sociologi and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :
“kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat merumuskan keinginan manusia; sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok.”
Nilai adalah semata-mata realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri.Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental/contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat untuk membantu. Nilai intrinsic adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, atau pun demi kepentingan benda itu sendiri.
            Contoh :
Puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi,baris,sajak,irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat,benda) puisi itu disebut nilai intrinsic.

c.)   Apa sebab manusia menciptakan keindahan?
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alamiah itu artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang.Bila ada pemakaian drama yang berlebihan misalnya marah dengan meluap-luap pada hal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis, meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.
Dapat disimpulkan bahwa :
Keindahan berasal dari kata “indah”, berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah hasil seni dan alam semesta ciptaan tuhan.
Keindahan identic dengan kebenaran.Keduanya mempunyai nilai yang sama: abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.
            Ciri-ciri keindahan menyangkut kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetri), keseimbangan (balance),dan pertentangan (contrast). Keindahan tersusun dari keselarasan dan pertentangan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata.

2.    Makna Renungan
Setiap kegiatan untuk merenungkan atau mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah dimiliki dapat disebut berfilsafat. Pemikiran kefilsafatan mendasarkan diri kepada penalaran. Penalaran adalah proses berfikir yang logika dan analitik. Berpikir merupakan kegiatan untuk menyusun pengetahuan yang benar. Berpikir logik menunjuk pola berpikir secara luas. Kegiatan berfikir dapat disebut logik ditinjau dari suatu logika tertentu.
Penalaran merupakan kegiatan berpikir yangjuga menyadarkan diri kepada suatu analisis. Analisis adalah suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu, sehingga pengetahuan yang diperoleh disebut pengetahuan tidak langsung. Pemikiran ilmiah (keilmuan) dan pemikiran kefilsafatan mendasarkan diri kepada logika analitik. Pemikiran kefilsafatan mempunyai karakteristik sendiri yang berbeda dengan karakter keilmuan.
Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3 macam ciri, yaitu :
1. Menyeluruh artinya pemikiran yang luas, bukan hanya ditinjau ari sudut pandang tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan dengan ilmu-ilmu yang lain, hubungan ilmu dengan moral, seni dan tujuan hidup.
2. Mendasar artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental (ke luar dari gejala), sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap bidang keilmuan.
3. Spekulatif artinya hasil pemikiran yang dapat dijadikan dasar untuk pemikiran-pemikiran selanjutnya. Hasil pemikiran selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru.
Metafisika adalah cabang filsafah yang paling umum, mendasar dan kritik spekulatif.
Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahan atau penciptaan keindahan didasarkan atas 3 macam teori, ialah teori pengungkapan, teori metafisika, dan teori psikologis. Teori pengungkapan dikatakan oleh Benedetto Croce, bahwa seni adalah pengungkapan kesan-kesan.
Teori metafisika, plato mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi, sebagai realita ilahi itu. Karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan imitasi (tiruan) dari realita dunia. Sedangkan dalam teori psikologik dinyatakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan, keinginan bahwa sadar dari seorang seniman.
Dari teori permainan yang tergolong teori psikologik dengan tokohnya Frisdrick Schiller dan Herbert Spencer; Schiller menyatakan, bahwa asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse).
Dalam proses jiwa seniman pada waktu merenung dalam rangka menciptakan seni, menurut Keats selalu diliputi rasa ragu-ragu, takut, ketidaktentuan, misterius (negative capability). Justru seniman yang tidak memiliki negatif tidak mampu menciptakan keindahan. Pengertian yang dekat dengan kemampuan ialah intensitas. Kekurangan-kekurangan intensitas ini erat hubungannya dengan ketidak beresan imajinasi yang berarti seniman tersebut tidak akan dapat menciptakan keindahan.
Keats menyatakan, bahwa untuk mengatasi ketakutan ialah berkuasanya hal-hal yang sesaat. Baginya hal-hal sesaa itu merupakan pelatuk yang meledakkan imajinasi, dan imajinasi ini yang membentuk konsep keindahan adalah abstrak. Konsep itu baru dapat berkomunikasi setelah diberi bentuk.

3.  Makna Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok, sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.
Lagu merupakan pertentangan suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lembut yang terpadu begitu rupa, sehingga telingakita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita merasa puas. Tetapi rasa kita menanjak justru kebalikannya, kita tentu akan kecewa. Dalam hal lagu, irama yang indah it merupakan pertentangan yang serasi.
Dalam mencipta seni ada dua teori, yakni teori objektifdan teori subjektif. Teori subjektif menyatakan bahwa keindahan itu adalah terciptanya nilai-nilai estetik yang merupakan kualita yang telah melekat pada benda itu.
Teori objektif dinyatakan, bahwa keindahan merupakan suatu kualitas dari benda.
Mahzab Phytagoras yang menciptakan teori proporsi itu mengemukakan bahwa nada-nada yang dikeluarkan oleh seutas senar tergantung dari panjang pendek senar.
Dalam seni ada 6 asas. Asas-asas itu ialah kesatuan total, tema, tema variasi, keseimbangan, perkembangan dan tata jenjang.
Matematika mempunyai peranan penting dalam seni, terutama dalam cabang seni bangunan, seni lukis dan seni musik.

4. Makna Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus, artinya tidak kasar, lembut, sopan, baik, beradap. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan atau keadaban.
Halus bagi manusia ialah suatu sikap yakni sikap halus, lembut dalam tutur kata, tingkah laku dan gerak perbuatannya. Kehalusan atau kelembutan merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama. Kehalusan atau kelembutan atau sebaliknya kekasaran itu yang menilai orang lain. Dan yang dinilai ialah gerak-gerik, roman, muka, tutur bahasa, dan sebagainya.
 Anggota badan yang melahirkan sikap kehalusan itu ialah kaki, tangan, kepala, mulut, bibir, mata, bahu. Selain itu roman muka, perkataan, pemilihan kata, penyusunan kalimat dan irama bahasa jugaa dapat dinilai halus dan tidaknya.
Bagian rohaniah yang melahirkan sikap ialah: kemauan, perasaan, dan pikiran atau karsa, rasa dan cipta. Tiga unsur rohaniah ini saling berkaitan, sling mempengaruhi, dan mewujudkan tingkah laku , tutur bahasa, perbuatan, yang semuanya itu dapat dinilai kehalusan atau kekasarannya.
Cipta, rasa,dan karsa itub membuat orang bergerak,karena itu disebut"Trias dunamika".
Prinsip-prinsip hidup kekeluargaan harus didasarkan kepada cinta kasih,keadilan,kejujuran,setia atau loyal,tertib,disiplin,rela berkorban dan bagi orang tua perlu adanya suatu komando dan suatu kesatuan sikap.Pergaulan yang didasarkan pada prinsip itu tertentu akan melahirkan kehalusan dalam pergaulan,sekurang-kurangnya ketenteraman dan kesjahteraan.
5. Keindahan Objektif dan Subjektif
Keindahan menurut kenyataanya dapat dibedakan atas dua macam ;yaitu keindahan objektif dan keindahan subjektif.Dengan keindahan objektif dimaksudkan ialah keindahan yang secara hakiki ada pada ssesuatu benda atau apa saja. Menurut Alexius Meinong (1838-1914) dan jugaa Christian Ehrenfels (1859-1932), "keindahan adalah kekayaan yang melekat pada objek itu sendiri". Menurut Pater Dick, "keindahan merupakan sesuatu yang melekat pada segala sesuatu yang ada, baik pada Tuhan maupun pada makhluk-makhluk ciptaannya". S. Suhariantu dalam bukunya "Menuju manusia bebudaya" menambahkan, sejauh benda-benda tersebut belum berubah dari bentuk atau keadaannya semula (S. Suharianto, 1987).
 Berbeda halnya dengan keindahan subjektif. Keindahan subjektif sangat bergantung kepada kepentingan-kepentingan subjek penanggapnya.
Oleh John Keats (1798-1821) keindahan subjektif dinamakannya kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Yang tidak ada keindahannya tidak  mengandung kebenaran, dan yang tidak mengandung kebenaran tidaklah indah.
6. Sekitar Masalah Kesenian
Pernyataan tentang kesenian ini biasanya kita katakan batasan (definisi) atau pengertian (conceptions) misalnya: "kesenian adalah karya cipta rasa dan karsa manusia untuk memberi rasa nikmat atau keindahan", "seni itu indah dan dapat memberi kehalusan perasaan dan budi manusia", "seni itu pancaran hati yang halus", "seni itu indah mempesona", dan banyak lagi yang lain: "seni itu .................... Prrrrrrrrrreeeeekkk !. "Seni atau kesenian merupakan karya para seniman dalam maksud memberikan rasa indah kepada para penghayatnya dan bagi para seniman itu sendiri". Herbert Read langsung menunjuk hasil karya dalam membuat batasan ini yaitu karya seni: a. Visual; b. Plastis; c. Musik dan d. Sastra.
Jika melihat batasan seni atau kesenian menurut Read diturunkan pembagiannya sebagai berikut .
1. Seni Visual
Seni yang hanya dapat ditangkap oleh mata (khas) yaitu seni lukis karena lukisan hanya bisaaditangkap oleh indera mata.
2. Seni Plastis
Seni jenis ini mestinya dapat digolongkan jugaa seni visual, sepertinya misalnya seni gerak dan patung, jugaa arsitektur serta pahat.
3. Seni Musik
Hasil kesatuan dari susunan (komposisi) lagu dan karya musik dalam ekspresi bunyi. Yang termasuk ialah musik instrumen dan vokal serta koor.
4. Sastra yang termasuk karya-karya sastra meliputi :
a. Tertulis seperti misalnya: sajak, cerpen, novel, esei, dan drama.
b. Lesan
5. Seni gerak
 - Tari, sendra-tari
 - Pantomim atau action dalam drama.
Fungsi seni atau kesenian :
1.) Memberikan rasa keindahan, shingga seniman mengejar hal ini sebagai keutamaan berkarya, lalu lahir lah sebutan: fine arts dan master pieces.
2.) Memberikan tunjangan dan bantuan untuk memberi warna indah dari karya-karya yang non seni. Yaitu karya-karya sosial ekonomi maupun politik yang menggunakan seni sebagai bajunya.
Untuk yang pertama disebut jenis fungsi primer, sedangkan untuk yang kedua disebut fungsi sekunder.
Apresiasi untuk sajak dapat dengan membaca saja ikut mendengar baca puisi maupun mendengar wawasan orang ahli sajak. Begitu pula musik klasik, pop, atau karawitan, seni rupa dan senigerak.
Seni Sastra
Pengertian kita seni sastra rupanya terbatas pada karyaikarya tulis yang menggunakan aturan bahasa indah dan karya-karya tulisan sekitar: esei, novel, cerpen, sajak, cerpen puitik dan drama (drama baca atau closed drama.)
Jenis Novel dan Cerpen
Yang dimaksud novel itu (karena istilah dari barat), maka artinya semua karangan yang membawakan masalah-masalah yang segar atau masih baru atau bersifat kesenian. Diindonesia dulu awal abad 20 ada "roman" yang bentuknya sebenarnya samaa dengan novel. Roman di eropa berupa novel yang lebih banyak bersifat fantastis atau kehidupan dalam bentuk kehidupan fantastis. Kemudian setelah para pengarang memahami bentuk roman sebagai  manaa mestinya dinegeri belanda atau eropa dan faham pula bedanya dalam novel, maka sampai kini masyarakat luas dan kaum terpelajar dan para pengarang tak hanya menggunakan istilah novel.
Jenis Puisi
Puisi merupakan suatu bentuk alat sebagai penampung ekspresi perasaan, ide-ide atau pemikiran hidup ini mungkin karena ekspresi melalui kata-kata puitik itu terasa mudah dilahirkan.
Musik
Musik berarti semua karya musik yaitu lagu yang telah di mainkan dengan alat-alat musik maupun alat bunyi-bunyian yang "laras" (harmonis). Yang menjadi tekanan adalah:serangkaian nada-nada yang laras,karna ada pertemuan antara nada dan irama.
 Vokal yaitu lagu yang di bawakan melalui lisan,baik bersenandung maupun dengan kata-kata. Musik klasik artinya karya-karya musik yang dijaman abat pertengahan (neo klasik) di Eropa di anggap bermutu tinggi. Baik seni sastra maupun musik adalah alat pengungkapan artinya sastra dan musik sebagai alat atau perantara untuk mengungkapkan gejolak jiwa: sedih,gembira,cemas,kecewa,hampa dan sebagainya.
Seni tari
Seni tari Jawa terutama tari klasik menampilkan kekuatan atau mutunya. Mutu itu ada beberapa kemungkinan yaitu meliputi: gaya yang nampak "dalam",ada dinamika dan kelembutan gerakan rhitmik.
Seni Teater
Kata Teater pinjam dari kata "theatre" (dari kata "thea" bahasa Yunani yang berarti "obyek yang dapat ditonton), sehingga theatre, atau theatron (dari latin) berarti "tontonan".
Aristoteles membuat batasan drama adalah : "imitrasai dari action". Orang hidup sehari-hari dan diteruskan keterangannya : peniruan terhadap action orang hidup sehari-hari dalam masyarakat.
Membahas tiap-tiap topik atau tema dari delapan tema menurut penggarisan Konsarsium IBD diakitkan dengan kekaryaan :
1. Seni Rupa : dalam seni lukis misalnya: manusia dan cinta kasih dalam seni lukis, dan seni pahat atau patung.
2. Seni Sastra : misalnya cinta kasih dibahas dari puisi atau cerpen/novel yang memuat hal tersebut.
3.Filsafat : pembahasan tentang cinta kasih dari kaca mata filsafat atau psikologi.
4. Seni musik.
5. Seni Gerak : seperti tari dan drama.

MANUSIA DAN PENDERITAAN
1.    MaknaPenderitaan
Penderitaan dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin. Yang termasuk penderitaan itu antara lain keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain-lain.
Penderitaan tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Karena setiap orang akan/pernah mengalami penderitaan. Nasib malang atau penderitaan datang tidak dapat ditolak, harus diterima apa adanya, kita pasrah kepada Tuhan.
Kasus penderitaan bermacam-macam sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia, dalam kasus penderitaan seseorang berbeda dengan orang lain.
Sejak jaman dahulu kasus penderitaan dituangkan dalam bentuk seni, misalnya seni sastra, seni wayang, seni drama, seni music, dan sebagainya. Penderitaan orang dahulu tidak kalah hebat dibandingkan pada jaman teknologi modern.
Dalam jaman perkembangan teknologi modern ini kasus penderitaan seperti kelaparan, gempa, menjalarnya penyakit,  gunung meletus, dan sebagainya, dalam waktu singkat tersebarluas keseluruh dunia, sehingga dalam waktu singkat pula rasa simpati dari berbagai penjuru mengalir dalam bentuk berbagai macams umbangan.
Dengan mempelajari berbagai kasus penderitaan manusia berarti telah mempelajari sikap, nilai, harga diri, ketamakan, kesombongan orang dan sebagainya. Semuanya itu bermanfaat untuk memperdalam dan memperluas presepsi, tanggapan, wawasan, dan penalaran bagi yang mempelajarinya.

2.    Makna Siksaan
Siksaan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Setiap manusia pernah atau akan menjalani siksaaan.  Siksaan tak dapat di pisahkan dengan dosa. siksaan yang berhubungan dengan dosa adalah siksaan di  hari kiamat , siksaan di neraka merupakan tugas para ahli agama untuk membicarakan. Sedang yang di bahas dimodul ini hanya siksaan manusia yang dialami di dunia fana ini.
Siksaan itu berupa penyakit, siksaaan hati, siksaan badan oleh orang lain dsb.Siksaan Manusia ini ternyata juga menimbulkan kreatifitas baik bagi yang pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung atau tidak langsung. Hal ini terbukti dengan banyaknya tulisan baik berupa berita, cerpen, ataupun novel yang mengisahkan siksaaan orang.Bahkan siksaan itu banyak pula yang difilmkan.
Dengan membaca hasil seni yang berupa siksaan kita akan dapat mengambil hikmahnya. Karena kita dapat menilai arti manusia, harga dikuasai napsu setan kesadisan, tidak mengenal prikemanusiaan dan sebagainya.
Kita dapat menilai diri kita sendiri, dimana kita berdiri, dimana kita berpihak, dan sejauh mana ketakwaan kita.
3.    Makna Rasa Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi si penderita. Rasa sakit akibat menderita penyakit, atau sakit.
Segala macam rasa sakit atau penyakit yang diderita manusia tak dapat dipisahkan dari kehidupan, karena setiap orang mengalami rasa sakit atau penyakit. Bermacam rasa sakit yang di derita manusia.Sakit hati, sakit syaraf dan sakit fisik. Setiap rasa sakit ada sebabnya, tetapi tidak semua rasa sakit atau peyakit mudah diketahui sebabnya.
Rasa sakit atau penyakit dapat menimbulkan rasa kasihan terhadap penderita kepadaTuhan, dapat menimbulkan rasa kasihan terhadap penderita, dapat membuka rasa keprihatinan manusia, rasa social, dermawan, dan sebagainya.
Rasa sakit banyak hikmahnya antara lain dapat mendekatkan diri penderita kepada Tuhan. Tiap rasa sakit ada obatnya tergantung kepada penderita atau keluarga penderita, apa ada usaha atau tidak.
4.    Neraka
Neraka berhubungan erat dengan dosa dan kesalahan. Orang salah mendapat hukuman. Hukuman identik dengan siksaan. Siksaan adalah rasa sakit dan rasa sakit adalah pederitaan.
Neraka sering dihubungkan dengan kematian. Neraka sesudah mati dibahas oleh para agama. Penderitaan dalam hidup yang sering pula dikatakan neraka dunia.

5.    Beberapa kasus penderitaan
Kata penderitaan berasal dari kata derita. Menurut Suyadi derita berasal dari bahasa sansekerta ”dhra” yang berarti menahan atau menanggung (Suyadi, 1985). Dengan demikian kata penderitaan berarti sesuatu yang ditanggung, ditahan, atau dirasakan.
Penderitaan erat sekali hubunganya dengan hidup manusia bahkan dapat berfungsi sebagai dinamisator kehidupan manusia.
Kesimpulan yang ditarik adalah :
1.    Penderitaan dapat dialami oleh setiap orang.
2.    Penderitaan dapat muncul karena adanya konflik antara ciri-ciri kepribadian dengan fungsi lingkungan yang tidak sesuai dengan harapannya, berpisah dengan sesuatu yang dicintai, dan adanya rasa ketakutan.
3.    Penderitaan terjadi apabila manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya (Biologis, psikologis, dan sosial) mengalami hambatan,
4.    Penderitaan yang dialami dan dirasakan terlalu berat dapat meningkatkan dan dapat mengganggu jiwa seseorang.
5.    Penderitaan itu dapat dihilangkan.
6.Sumber Penderitaan
1. Hakikat Manusia
            Manusia pada hakikatnya adalah makhluk hidup yang memiliki kepribadian yang tersusun dari perpaduan dan saling berhubungan dan pengaruh mempengaruhi antara unsur-unsur jasmani, dan rohani. Dan karna itu penderitaan dapat pula terjadi pada tingkat jasmani dan rohani.
            Jasmani disebut juga sebagai tubuh, badan, jasad, materi, wadah, atau konkrit daripada pribadi. Jasmani merupakan unsur yang hidup pada pribadi manusia.
            Rohani, sering disebut dengan istilah lain misalnya; jiwa, badan halus, dan mind. Merupakan unsur yang tidak dapat ditangkap oleh panca indra manusia. Dalam kehidupan sehari-hari rohani menjiwai, mendasari, dan memimpin unsur-unsur pribadi manusia. Rohani memiliki alat dan kemampuan. Alat dan kemampuan itu adalah :
1.    Nafsu
2.    Perasaan
3.    Pikiran
4.    Kemauan
2. Dorongan Memenuhi Kebutuhan Sebagai Sumber Penderitaan
            Untuk mempertahankan keberadaan serta kehidupannya, manusia dituntut untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik, psikis, maupun kebutuhan sosial.
7.Upaya Menghindari Dari Penderitaan
Menurut Hujibers (1986)
Hidup obyektif mempunyai peranan penting dalam menentukan tujuan hidup, dalam mengejarnya, dalam menghayatinya.
Perkembangan hidup manusia terjalin dengan eratnya dengan hidup emosionalnya. Bila hidup emosionalnya baik, kemungkinan besar hidupnya sebagai keseluruhan akan baik juga. Dalam proses pembentukan kepribadian faktor enkulturasi dan sosialisasi memegang peranan yang penting. Manusia sejak lahir harus mempelajari cara-cara bagaimana supaya ia dapat mengatasi berbagai soal yang dihadapi.
MANUSIA DAN KEADILAN

1.    MaknaKeadilan

Keadilan ialah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajibannya (Drs. Suyadi M.P 1986)
Apabila seseorang atau pun golongan hanya mementingkan hak dan kewajiban sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lainatau pun golongan lainnya, terjadilah Keadilan Semu. Misalnya :
Pengusaha      : Bagi mereka menamakan adil, apabila keuntung anter besar jatuh pada pihak pedagang.
Aristoteles mengatakan bahwa keadilan adalah suatu kelayakan dalam tindakan manusia. Kemudian Plato menganggap bahwa keadilan itu merupakan kewajiban tertinggi dalam kehidupan Negara yang baik, sedangkan Orang yang adil adalah orang yang mampu mengendalikan diri, perasaannya dikendalikan oleh akal sehat.
Batasan adil menurut “Ensiklopedi Indonesia” ,Adil :
1)    Tidak berat sebelah atau tidak memihak kesalah satu pihak.
2)    Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya.
3)    Mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar dan mana yang salah, bertindak jujur dan tepat menurut peraturan atau syarat dan rukun yang telah di tetapkan, tidak sewenang-wenang dan tidak maksiat atau berbuat dosa.
Ditinjau dari bentuk atau punsifat-sifatnya, keadilan dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis :
a)    Keadilan legal atauKeadilan moral.
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hokum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaannya yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya.Pendapat Plato itu disebut Keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya Keadilan legal.
Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan keserasian.

b)    Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama. Sebagai contoh :
Ali bekerja 10 tahun Budi bekerja 5 tahun.Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan yang sesuai dengan lamanya bekerja. Andai kata Ali menerima hadiah Rp. 100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,- ini disebut adil. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.

c)    Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat (Suyadi 1986)

Keadilan dan ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan/ketidakadilan setiap hari.Oleh sebab itu, keadilan dan ketidakadilan menimbulkan daya kreatifitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti seni drama, seni puisi, novel, music, film, filsafat, dan lain-lain.

2.    Kejujuran dan kebenaran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hatinuraninya apa yang dikatanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada.

3.    Kecurangan
Curang atau kecurangan artinya apa yang dikatakan tidak sesuai dengan hatinuraninya. Atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha.
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ada empat aspek yakni Aspek Ekonomi, Aspek kebudayaan, Aspek peradaban, dan Aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut, dan terjadilah kecurangan.

4.    Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan salah satu tujuan utama orang hidup.Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Ada peribahasa yang berbunyi : “Dari pada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati daripada malu.
Penjagaan nama baik erat hubungnya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau, boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya.
Ada tiga macam godaan, yaitu derajat/pangkat, harta dan wanita.Bila orang tak dapat menguasai hawa nafsunya, maka orang terjerumus kejurang kenistaan karena untuk memiliki derajat/pangkat, harta dan wanita itu dengan mempergunakan alan yang tidak wajar.
Ada godaan hasul, yang dalambahasajawa, Adigang, Adigung, Adigunayaitumembanggakankekuasannya, kebesarannya, dankepandaiannya.Semuaitumengandungartikesombong.

5.    Pembalasan
Pembalasanialahsuatureaksiatasperbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkahlaku yang serupa, tingkahlaku yang seimbang.
a.    Pembalasan yang negatif : seperticontoh : A memukul B, B membalasmemukul A (contohperbuatan yang sama)
b.    Pembalasan yang positif : ialahpembalasan yang dilakukanatasdasarsalingmenjaga dang menghargaihakdankewajibanmasing-masing
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu.Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya.Perbuatan moral padaha kikatnya adalah perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain.
Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajiban yaitu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.




MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

1.      Manusia dan Tanggung Jawab
Kesanggupan seseorang untuk melaksanakan suatu tugas wajib (kewajiban) yang diberikan kepadanya, dapat dikatakan bahwa ia bertanggng jawab, khususnya bertanggung jawab terhadap selesainya tugas itu, sebaliknya bila ia lalai menjalankan tugasnya akan dikatakan tidak mempunyai tanggung jawab moral.Tidak mempunyai kewajiban, tidak dapat disamakan dengan tidak mempunyai tanggung jawab, sebab memang tidak ada kewajiban atau tugas yang harus dikerjakan.
Di dalam ajaran Islam dikenal adanya tugas-tugas yang bersifat wajib (fardhu) dan bersifat sunnah. Dari fardhu inilah nampaknya, kemudian berkembang nilai-nilai tanggung jawab di kalangan masyarakat luas. Kewajiban lahir karena adanya:
a.      Hubungan antara manusia dengan manusia lain,
b.      Hubungan antara manusia dengan Tuhannya, dan dari dalam bentuk dan kadar yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Dalam hubungannya dengan tanggung jawab, Prof. Drijarkara mengatakan, bahwa manusia itu mempunyai hukum kodrat. Agar  ia menjadi manusia yang baik, ia harus memiliki sikap dasar, seperti selalu siap sedia untuk berbuat kebaikan. Sikap dasar tersebut mempunyai banyak aspek. Salah satu aspek itu ialah tanggung jawab. Bila dihubungkan dengan kewajiban, menurut beliau, rasa tanggung jawab itu dapat berupa siap sedia untuk melakukan kewajiban.
Dipandang dari segi kemerdekaan individu, maka tanggung jawab berarti sikap atau pendirian yang menyebabkan seseorang menetapkan, bahwa ia hanya akan menggunakan kemerdekaannya untuk melaksanakan perbuatan yang susila. Sikap itu ditetapkan, karena manusia sadar dan mengerti akan tuntutan kodratnya. Itulah aspek intelektif dari tanggung jawab.

2.      Makna Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Macam Tanggung Jawab:
a.      Tanggung Jawab Kepada Pribadi
Manusia adalah makhluk pribadi, karena itu manusia mempunyai tanggung jawab secara pribadi atas segala perbuatannya.
b.      Tanggung Jawab Kepada Keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
c.      Tanggung Jawab Kepada Masyarakat
Manusia juga makhluk sosial maka seringkali perbuatan itu menyangkut masyarakat, sehingga manusia pun harus bertanggung jawab kepada masyarakat.
d.      Tanggung Jawab Kepada Bangsa/Negara
Tak dapat dielakkan, bahwa manusia adalah warga Negara suatu Negara. Karena itu manusia mempunyai kewajiban terhadap Negara. Bila manusia melalaikan kewajibannya, sudah tentu ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
e.      Tanggung Jawab Kepada Tuhan
Mansuia ada bukan dengan sendirinya, tetapi merupakan ciptaan Tuhan. Karena itu manusia berkewajiban terhadap Tuhan. Kelalaian akan kewajibannya terhadap Tuhan, harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan.

3.      Makna Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan manusia baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan secara ikhlas. Pengabdian pada dasarnya adalah rasa tanggung jawab.

Macam Pengabdian:
a.      Pengabdian Kepada Keluarga
Manusia hidup berkeluarga, karena itu manusia wajib mengabdi kepada keluarga.
b.      Pengabdian Kepada Masyarakat
Karena anggota masyarakat, manusia wajib mengabdi kepada masyarakat.
c.      Pengabdian Kepada Negara
Manusia sebagai anggota suatu bangsa dan warga Negara suatu Negara, wajib mengabdi kepada bangsa dan negaranya.
d.      Pengabdian Kepada Tuhan
Karena manusia makhluk ciptaan Tuhan, maka manusia wajib mengabdi kepada Tuhan.

4.      Makna Kesadaran
Kesadaran berasal dari kata sadar artinya tahu, mengerti, ingat, terbuka hati/pikirannya untuk berbuat sesuai dengan  kata hatinya. Dalam berbuat, kadang-kadang orang hanya melanggar satu norma, kadang-kadang sekaligus melanggar dua tiga norma. Kesadaran moral amat penting untuk diperhatikan orang, karena pelanggaran moral dapat berakibat merusak nama. Oleh ini tidak berarti bahwa kesadaran yang lain tidak penting. Semua kesadaran penting, karena ketidaksadaran adalah salah satu hal yang dapat menggoncangkan atau sekurang-kurangnyamembuat kepincangan dalam hidup.

Justru pada umumnya orang sadar akan perbuatannya tetapi tidak disadari, apakah perbuatan itu melanggar norma sopan santun norma hukum atau norma moral. Kalau orang itu ingin berbuat, berbuat sajalah ia. Orang yang berbuat tanpa kesadaran ini amat sedikit jumlahnya. Hal itu bisa terjadi karena kekeliruan, tetapi mungkin juga karena berbuat dalam keadaan tidak sadar atau anak kecil. Karena itu orang tersebut dapat bebas dari hukuman.

5.      Makna Pengorbanan
Pengorbanan ialah pemberian secara ikhlas yang berupa pikiran, pendapat, harta, waktu, tenaga, bahkan mungkin nyawa, demi cinta, kesetiaan, ikatan sesuatu, kebenaran, dan mungkin juga kesetiakawanan.

Manusia hidup sebagai pribadi, sebagai bangsa dan warga Negara suatu Negara, dan juga sebagai makhluk ciptaan Tuhan; karena itu, dalam kehidupan ada bermacam-macam jenis pengorbanan:

a.      Pengorbanan Kepada Keluarga
Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Dasar hidup berkeluarga adalah kasih sayang. Kasih sayang memerlukan pengorbanan. Tanpa pengorbanan tidak ada kasih sayang atau cinta.
b.      Pengorbanan Kepada Masyarakat
Manusia adalah makhluk social, karena manusia tidak dapat hidup sendiri, dan saling membutuhkan. Sebagai makhluk sosial, manusia merasa terikat  dengan masyarakatnya. Karena itu, demi pengabdiannya kepada masyarakat ia tidak bebas dari pengorbanan.
c.      Pengorbanan Kepada Bangsa dan Negara
Semua orang pasti menjadi anggota atau warga Negara dari suatu bangsa atau Negara dan mempunyai kewajiban antara lain membela Negara. Pembelaan itulah disebut pengorbanan.
d.      Pengorbanan Karena Kebenaran
Demi kebenaran orang tidak takut menghadapi apapun. Perang kemerdekaan itu pada hakikatnya adalah perang untuk membela kebenaran.
e.      Pengorbanan Kepada Agama
Berkorban kepada agama berarti juga berkorban demi cintanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini terjadi karena adanya manusia bukan dengan sendirinya, tetapi ada karena diciptakan Tuhan. Karena itu wajiblah manusia berkorban demi cintanya kepada agama dan juga kepada Penciptanya.


Manusia dan Pandangan Hidup

Ø Pandangan hidup dan ideologi
Ideologi menurut William(1959) mengandung dua hal yaitu: (1) unsur unsur filsafat yang digunakan atau unsur yang digunakan sebagai dasar suatu kegiatan,dan (2) pembenaran intelektual untuk seperangkat norma-norma. Munandar Sulaiman (1987:76) menyimpulkan pendapat Lenski (1974) yang menyatakan bahwa ideologi merupakan komponen dasar terakhir dari sistem sistem sosiobudaya.Bagi masyarakat ideologi tersusun dari tiga unsur,yaitu:
1.    Pandangan hidup
2.    Nilai-nilai, dan
3.    Norma-norma
Masyarakat modern dalam berbagai hal telah menciptakan adanya konflik pandangan-pandangan untuk pengabdian dirinya. Sebagai contoh, masyarakat industri berpandangan hidup bukan merupakan sumber integrasi seperti masyarakat lama tetapi cenderung melaksanakan reideologi, dan retradisionalisasi.
Pandangan hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan pembenaran atau rasionalisasi nilai nilai. Pandangan hidup memberi semangat pada nilai nilai. Norma berbeda dengan nilai karena digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus, sebaliknya nilai digunakan untuk pengertian umum. Norma berlaku untuk menentukan perilaku perintah, atau larangan untuk suatu kewajiban dari peranan spesifik dalam suatu spesifik pula.Dengan demikian ideologi lebih luas daripada pandangan hidup.Ideologi tidak digunakan untuk hubungan individu tetapiuntuk hal yang lebih luas, seperti ideologi negara, masyarakat atau kelompok tertentu.Ideologi sebagai pedoman hidup nerupakan cita-cita yang ingin dicapai banyak individu di dalam masyarakat. Lahirnya suatu masyarakat atau golongan tertentu dari masyarakat.Pandangan hidup suatu bangsa adalah suatu kristalisasi dari nilai nilai yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya. Karena itulah dalam mewujudkan pembangunan misalnya, kita tidak dapat begitu saja mencontoh atau meniru model yang dilaksanakan oleh bangsa lain, tanpa menyesuaikannya dengan pandangan hidup dan kebutuhan kita sendiri.Suatu corak pembangunan yang barang kali baik dan memuaskan bagi suatu bangsa belum tentu baik dan memuaskan bagi bangsa lain. Karena itulah pandangan hidup suatu bangsa merupakan masalah yang sangat asasi bagi kekokohan dan kelas tarian suatu bangsa.
Pancasila bagi kita merupakan pandangan hidup,  kesadaran dan cita-cita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sama yang sudah beurat berakar di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Ialah suatu kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan jiwa dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan, baik dalam manusia sebagai pribadi, dalam hubungan manusia dengan masyarakat, dalam hubungan manusia dengan alam, dalam hubungan manusia dengan Tuhannya, maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. Karena itu Pancasila merupakan pandangan hidup yang berakar dalm kepribadian bangsa,maka ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur ketatanegaraan. Pancasila juga merupakan dasar negara yang mampu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.
Jadi,fungsi pandangan hidup adalah sebagai pegangan dan pedoman bagaimana cara memecahkan masalah  kehidupan bangsa yang makin maju agar kokoh lestari dan bahagia.
Ø Makna cita-cita
Cita adalah hati; cita cita adalah suatu keinginan yang terkandung di dalam hati. Karena itu cita cita berarti angan angan, keinginan, harapan, atau tujuan. Cita cita tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena tanpa cita cita berarti manusia tanpa dinamika. Tak ada dinamika berarti tak ada kemajuan dan hidup asal hidup saja, statis.Keinginan ada yang baik dan ada yang buruk. Keinginan yang baik bersifat luhur. Keinginan itu dicapai dengan tidak merugikan orang lain.
Ada tiga kategori keadaan hatiseseorang; keras, lunak, dan lemah.Orang yang berhati keras, tak berhenti berusaha sebelum cita citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan, tantangan dan segala kesulitan yang dihadapinya. Orang yang berhati keras biasanya mencapai hasil yang gemilangdan sukses hidupnya.Orang yang berhati lunak dalam usaha mencapai cita-citanya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap berusaha mencapai cita cita itu. Karena itu biarpun lambat ia akan berhasil juga mencapai cita citanya. Orang yang berhati lemah mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cepat cepat ia berganti haluan, berganti keinginan. Cita cita, keinginan, harapan, banyak menimbulkan daya kreatifitas para seniman. Banyak hasil seni seperti drama, novel, film, musik, tari, filsafat, yang lahir dari kandungan cita cita, keinginan, harapan dan tujuan.
Ø  Makna kebajikan
Kebajikan atau kebaikan adalah perbuatan yang mendatangkan kebaikan pda hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma norma agama dan etika.manusia berbuat baik, makhluk bermoral, atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita cita sendiri, dan sebagainya. Justru karena itu, karena mementingkan diri sendiri sering kali manusia tidak mengenal kebajikan. Manusia merupakan makhluk sosial; manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat, saling merugikan dan sebagainya. Manusia sebagai makhluk Tuhan, diciptakan Tuhan dan dapat berkembang karena Tuhan. Untuk itu manusia dilengkapi dengan kemampuan jasmani dan rohani, juga fasilitas alam sekitar seperti tanah, air, tumbuhan dan sebagainya.
Untuk melihat apa itu kebajikan,kita harus melihat dari tiga segi,yaitu manusia sebagai pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai makhluk Tuhan. Manusia sebagai pribadi dapat menentukan baik buruk, yang menentukannya adalah suara hati. Suara hati itu semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Jadi suara itu merupakan hakim terhadap diri sendiri. Suara hati sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia seringkali tidak mau mendengarkan. Demikian pula suara hati masyarakat,yang menentukan baik buruknya adalah suara hati masyarakat. Suara hati manusia adalah baik, tetapi belum tentu suara hati masyarakat menganggap baik. Sebagai anggota masyarakat manusia tidak dapat membebaskan diri dari kemasyarakatannya.
Sebagai makhluk Tuhan, manusiapun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Jadi, untuk mengukur perbuatan baik-buruk harus kita dengar pula suara Tuhan atau kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan berbentuk hukum agama atau hukum Tuhan. Kesimpulannya, kenajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berlaku sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.
Ø Makna Sikap Hidup
Sikap hidup adalah perasaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bisa positif, bisa negatif, bisa apatis, atau sikap optimis atau pesimis bergantung pada pribadi orang itu dan juga lingkungannya. Setiap manusia mempunyai kadar sikap. Kadar sikap yang dimiliki manusia satu sama lain tidak sama. Sikap orang dapat berubah karena situasi dan kondisi lingkungan. Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia ada bebrapa sikap etis dan sikap non etis. Sikap etis ini disebut sikap positif, sedangkan sikap non etis adalah sikap negatif.Ada tujuh sikap etis yaitu; sikap lincah, sikap tenang, sikap halus, sikap berani, sikap arif, sikap rendah hati dan sikap bangga. Sikap non etis atau sikap negatif. Sikap non etis atau negatif


ialah; sikap kau, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh dan sikap rendah diri. Sikap sikap itu harus dijauhkan dari diri pribadi, karena sangat merugikan bagi diri sendiri maupun kemajuan bangsa. Selain dari itu ada sikap dalam menghadapi keluarga. Sikap menghadapi saudara tua/muda, dan menghadapi orang yang berada dirumah kita.
Dalam rangka menciptakan keadilan sosial bagi bangsa Indonesia, yang pada hakikatnya menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah berusaha menanamkan sikap sikap positif bagi bangsa Indonesia. Sikap sikap itu antara lain; sikap suka bekerja keras, sikap gotong royong, menjaga hak dan kewajiban, sikap suka menolong, dan sikap menghargai pendapat orang lain.
Ø Manusia dan Pandangan Hidup
Pandangan hidup dapat merupakan keseluruhan garis dan kecenderungan jalan jalan dan nilai nilai yang akan dicapai untuk landasan semua dimensi kehidupannya. Dari pandangan hidup ini terpancar perbuatan, kata kata dan tingkah laku dan cita cita, sikap, dorongan atau tujuan yang akan dicapai.Contoh dari pandangan hidup manusia adalah:
a.    Hidup bahagia, sejahtera
b.    Hidup sejahtera penuh kebahagiaan dan cinta kasih
c.    Hidup panjang umur untuk sanak kerabat dan dirinya serta bahagia,penuh cinta kasih.
Setiap orang harus dapat menerapkan nilai nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai pandangan hidup semua warga negara Indonesia. Meski bagaimanapun juga pandangan hidup mempunyai jangkauan terpanjang yang ering disebut; yang menuju ke keabadian hidup akan dicari dan digunakan sebagai landasan dalam melaksanakan hidup di dunia baik secara perorangan maupun secara kelompok.


MANUSIA DAN KEGELISAHAN

1.    Kegelisahan dan Sumber-sumbernya

Pada prinsipnya manusia merupakan mkhluk yang diarahkan oleh motivasi dan cita-citannya. Hampir semua tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka . tetapi tujuan itu sering sulit atau bahkan kemungkinan kecil untuk dicapai.
Banyak orang berpikir bahwa kegelisahan merupakan keadaan yang tak “diinginkan” . tetapi para ahli jiwa berpikir bahwa kegelisahan merupakan kondisi hidup manusia, atau sebagai “kawan akrab” yang memberi stimulus kepada tingkah laku manusia . kegelisahan yang tak terhindarkan disebabkan oleh kompleksitas manusia,lingkungan dimana ia tinggal , dan keterbatasan fisik dan jiwannya.
Kegelisahan dan kompleksitas manusia
            Motif-motif perbuatan yang mendorong dan mengarahkan tingkah laku tidak timbul dan dapat mencapai pemuasan dengan cara yang sederhana. Sebaliknya motif-motif itu terjadi dala m keadaan ruwet, bahkan kadang-kadang penuh kekacaauaan . seorang suami bangun pagi dan ingin minum kopi susu, dan pada saat yang sama ia ingin pergi ke belakangan sambil merokok. Ia agak pusing sedikit karena habis bermain catur sampai larut malam, sehingga pada waktu pagi itu ketika ia mendengar anak-anaknya bertengkar ramai ia ingin membentaknya.tetapi pada saat yang sama ia ingin dilihat oleh anak-anaknya sebagai ayah yang baik yang tidak pernah marah. Pada pagi ia juga ingin tiba dikantornya tepat waktunya sehingga atasan langsungnya puas dengannya, tetapi ia juga ingin menyisihkan waktu pagi yang sedikit dengan rileks untuk membaca surat kabar sambil mendengarkan burung kenari bernyanyi. Ia juga ingin duduk disamping istrinya sebentar untuk mendengarkan keluah-kesahnya sebagai ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pembantu, tetapi ia juga ingin agar istrinya tidak berkeluh kesah berkepanjangan sebab hal ini membosankannya.
            Pagi itu ia dapat mengatasinya,pergi kebelakang dan mandi sambil menangguhkan keinginannya meminum kopi hangat, sementara itu ia meskipu dengan rasa jengkel mentolelir anak-anaknya yang berteriak-teriak karena bertengkar satu sama lain,kemudian mendengarkan keluh kesah istrinya sambil meneguk kopi hangat dan membaca berita menarik dikoran,dan menyusun jadwal kerjanya, dan sesekali menghibur istrinya dengan kata-kata yang simpatik setelah itu ia merapikan pakaiannya sambil melihat kaca daan ia melihat rambutnya yang beruban walau seminggu yang lalu ia habis menyemirnya, melihat uban yang tumbuh itu ia menjadi ingat bahwa pagi itu ia harus kelihatan rapi dan menarik sebab ia akan mewawancarai seorang wanita muda cantik untuk dijadikan sekretarisnya yang baru, dan ia berpikir apakaah wanita itu ingat akan penampilan dirinya. Ingat akan calon sekretaris itu ia menjadi ingat akan pekerjaan ketik-mengetik yang menumpuk karena dua hari yang lau ia baru saja memecat sekretarisnya . kopi hangat,merokok,surat kabar,anak-anak yang gaduh,istri yang selalu mengeluh,pekerjaan kantor,atasan yang disiplin,timbul tenggelam susul menyusul dan rasa puas dan gelisah saling timpal-menimpali. Motif lamaa dan baru saling desakan .
            Bertumpuknya pola-pola motif kehidupan bahwa tidak semua motif dapat dipuaskan,tetapi ada juga yang memerlukan kesabaran untuk menundanya,dan bila perlu motif itu ditinggalkan.
Makna Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Gelisah artinya rasa tidak tentram di hati atau rasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya),tidak sabar lagi (menanti),cemas dan sebagainya. Kegelisahan artinya perasaan gelisah,khawatir,cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatiratau takut.
Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Kegelisahan ini, apabila cukup lama hinggap pada manusia akan menyebabkan suatu penyakit. Kegelisahan(anxiety)yang cukup lama dan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
Tragedi dunia modern tidak sedikit dapan menyebabkan kegelisahan. Hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan egoism , pesaing dalam hidup, keadaan yang tidak stabil, dan seterusnya. Kegelisahan dalam konteks budaya dapatlah dikatakan sebagai akibat dari adanya insting manusia untuk berbudaya, yaitu sebagai upaya mencari ”kesempurnaan”. Atau dari segi batin manusia, gelisah adalah akibat dari dosa pada hati manusia, dan tidak jarang  akibat kegelisahan seseorang, sekaligus membuat orang lain menjadi korbannya.
Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan. Kehidupan ini menyebabkan mereka menjadi gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. Orang yang tidak mempunyai dasar dalam menjalankan tugas (hidup), sering ditimpa kegelisahan kegelisahan yang demikian sifatnya abstrak sehingga di sebut kegelisahan murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui kegelisahannya, seolah-olah tanpa sebab.
Berbeda dengan kegelisahan “terapan” yang terjadi dalam peristiwa kehidupan sehari-hari, seperti kegelisahan karena anaknya sampai malam belum pulang, orang tua yang sakit keras, istrinya yang melahirkan, di asingkan orang-orang sekitarnya,melakukan suatu perbuatan dosa yang bertentangan dengan nuraninya, dan sebagainya.
Alasan mengapa manusia gelisah ialah karena manusia memiliki hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya berupa keterasingan, kesepian dan ketidak pastian. Perasaan-perasaan seperti ini silih berganti dengan kebahagiaan, kegembiraan dalam kehidupan manusia. Perasaan seseorang yang sedang gelisah ialah hatinya tidak tentram, merasa khawatir, cemas, takut, jijik dan sebagainya
Tentang kecemasan ini sigmud freud membedakan menjadi 3 macam:
1.    Kecemasan objektif.         : Kegelisahan ini miripdengankegelisahan terapan
 contoh                              :anaknya belum pulang, orang tua sakit keras dan sebagainya

2.    Kecemasan neurorik.       :Hal ini timbul akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri
Contoh:                             :dalam penyesuaian diri dengan lingkungan, rasa takut yang irrasional
                                           semacam fobia

3.    Kecemasan moral.           : Hal ini muncul dari emosi diri
Contoh                              :perasaan iri, dengki, hasud, marah, rendah hati, dan sebagainya

Sebab-sebab orang gelisah
      Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakikatnya orangtakut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
      Mengenal mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan bersikap tenang kita dapat berfikir tenang,dan segala kesulitan dapat kita atasi. Dengan ketenangan ini orang yang mengancam kita mungkinakan mengurungkan niat nya 
Kegelisahan dan kondisi lingkungan
     Pemuasan yang menyeluruh pada suatu motif juga hampir tidak mungkin sebab tujuan motif itu hanya bisa dicapai menyeluruh. Pada lingkungan tertentu makanan mungkin tak tersedia untuk memuaskan rasa lapar karena orang itu tidak mapu membelinya,atau kawan-kawan orang itu tidak memperhatikannya atau mengaguminya yang dapat digunakanuntuk memuaskan keinginannya akan status,keakraban,cinta dan sebagainya.
     Dalam kehidupan kita perkara makan dan minum bukanlah perkara yang sulit,karena makanan dn minuman cukup tersedia pada kita walau ala kadarnya . bagi mereka pencpaian nilai tinggi,status berhubungan dengan kawan, berpacaran dan sebagainya , walaupun semua orang tau mereka itu dapat berkarya karena makanan dan minuman. Dalam kondisi kehidupan sekarang ini hampir semua kebutuhan biologis kita (kecuali sex) dapat dipuaskan segera jika mereka muncul, tetapi motif sosial lebih sulit dipuaskan. Jika kondisi lingkungan berubah, kebutuhan biologis juga berubah, dan seluruh pola tingkh laku manusia akan terpengaruh juga.
Hal semacam diatas telah terlihat  baik dalam studi naturalistik, maupun eksperimental. Pada sebuah studi yang dilakukan pada saat perang dunia ke II. (Keys. Et al., 1950) sekelompok goup sukarela berpartisipasi. Setelah percobaan berlangsung lama ternyata motif mereka hanya dipenuhi oleh motif makan, misalnya pembicaraan dan mimpi-mimpi mereka hanya berisi topik makanan, dan bahkan hobby dan bacaan mereka hanya berkisar soal makanan. Motif-motif lain menjadi berkurang seperti sex, humor, kesetidakawanan sosial, dan sementara itu rasa mudah tersinggung,kecurigaan dan ketidakharmonisan antara kawan meningkat .

Kegelisaahan dan ketidakmampuan penyesuaian bertindak
            Alasan ketiga terjadinya kegelisahan yang tak terelakkan ialah kenyataan bahwa pencapaian tujuan tergantung pada keefektifan dalam penyesuaian; hasil hanya dapat dicapai jika seseorang mempunyai kebiasaan yang sesuai untuk memanipulasi lingkungan. Jika tidak demikian akan serupa dengan seseorang ingin menjadi dokter tetapi tidak lulus SMA PASPAL, faktor inteligensi,fisik,dan pengalaman menyediakan kebisaan bertindak sehingga manusia tidak dapat mencapai tujuannya . karena manusia tidak sempurna dalam ketiga hal itu, maka semua orang dapat mencapai semua motifnya dengan penuh karena kekurangan mereka masing-masing. Kegelisahan manusia berasal dari tiga sumber ketidakmampuan mengatasi pembatasan yang dilakukan oleh orang lain, dan ketidakmampuan memuaskan motif-motif yang bertentangan. Ketiga sumber kegelisahan ini tidak mempunyai akibat yang sama pada setiap orang , tergantung pada usia, dan keadaan sosial,ekonomi dan budaya. Sumber kegelisahan itu berpengaruh berbeda-beda dari setiap individu.
Keadaan fisik
Keadaan fisik merupakan faktor yang utama sebagai kegelisahan manusia. Sejak bayi lahir ia selalu menghadapi kenyataan bahwa ia selalu terhalang keinginannya karena sebab-sebab fisik. Bayi tidak mempunyai koordinasi otot untuk mengatasi halangan fisik,alat pancaindera,dan intelektualnya belum berkembang,bahkan ia tak dapat memperhitungkan jarak suatu obyek dan ia sendiri. Ia menjadi sangat tergantung pada orang lain. Karena masa ketidakberdayaan itu cukup lama,kegelisahan sudah merupakan kawan intim dari manusia sejak lahir. Walau gizi sebaik apapun yang diberikan padanya, ia akan tetap mengalami penundaa pemuasan dirinya, dan ia harus mengetahui bahwa keinginan tidak selalu dapat dipuaskan atau didapat dengan segera. Seseorang yang pernah mendengar bayi menangis meminta air susu ataupun karena kesakitan akan tau bahwa kegelisahan, kekhawatiran memegang peran dalam kehidupan bayi. Pengalam yang didapat bayi dalam menghadapi kegelisahan, kekhwatiran dan ketakutan ini akan berpengaruh pada masa selanjutnya,baik level sadar maupun tidak sadar.
Lingkungan Sosial
Sementara manusia dapat mengurangi sumber kegelisahan yang pertama, ia tidak dapat melakukan itu pada sebab yang kedua ini. Sumber kegelisahan manusia ikut berubah sebagaimana pembangunan teknologi dan ilmu manusia itu sendiri . manusia akan membutuhkan orang lain dalam hal status sosial,cinta kasih,rangsangan intelektual dan sebagainya. Motif-motif sosial akan selalu berubah,padahal ketercapaiannya tergantung pada orang lain yang kadang-kadang menghalangi dengan berbagai hal dan motif . hal ini akan berlagsung seumur hidup manusia sehingga akan merupakan penyebabkan utama dari kegelisahan manusia .
Motif yang bertentangan
            Sumber kegelisahan yang paling rumit ialah pertentangan antara dua motif atau lebih. Hakikat dari konflik antar motif ini ialah bahwa seseorang individu tak dapat mencapai tujuannya tanpa harus mengorbankan motif lainnya yang ia miliki. Kegelisahan ini merupakan kegelisahan yang sudah “ Built in” karena individu itu kecenderungan bertindaknya  saling bertentangan sendiri.
Kadang-kadang konflik ini muncul karena keterbatan jumlah keinginan yang dapat dicapai pada suatu saat.sebab motif-motif dapat muncul secara bersamaan dan membutuhkan cara-cara yang berbeda untuk mencapainya.
Dibawah ini akan diberikan ringkasan mengenai konflik-konflik yang terjadi pada manusia . klasifikasi ini mula—mula dikemukakan oleh kurt lewin (1935) , menurut dia ada tiga tipe dasar konflik yaitu : Approach-approach, Avoidance-avoidance dan approach avoidance.
Approach-approach Conflict
Konflik ini terjadi bila individu menghadapi dua motif yang sangat menarik.
Avoidance-avoidance Conflict
            Dalam konflik jenis ini individu diharapkan dua pilihan yang sama tidak memberi keputusan
Baginya. Ia ingin menghindari keduanya, tetapi ia tidak dapat menghindari yang satu tanpa tidak menghadapi yanglin.
Approach avoidance Conflict
            Konflik jenis ini disebabkan oleh pilihan yang tersedia mengandung dua hal bertentangan dengan keinginannya, tetapi sekaligus menyenangkanya.
3. Makna Keterasingan
            Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan terpisahkan dari yang lain atau terpencil .
            Tersasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yan g berbeda satu sama lain.
Contoh :
1.    Oleh jaksa penuntut umum Tahir bin Jarot dianggap keturunan penjahat. Sekarang menjadi penjahat,karena dalam darahnya mengalir darah penjahat. Ia sangat berbahaya, karena itu ia harus dibuang ke nusa kambangan selama 7 tahun. Disana ia mengalami keterasingan. (lingkarn setan)

Sebab-sebab keterasingan
            Bila kita memperhatikan contoh (1) jelas bahwa Tahir terasing karena mendapat hukuman. Mungkin pula setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan ia kurang dapat diterima oleh masyarakat. Sedang pada contoh (2) Murni tidak mau bergaul lagi dengan kawan-kawannya,hidup menyendiri,karena malu atas perbuatannya yang melanggar moral.
            Kesimpulan orang hidup dalam keterasingan,pertama sifat-sifat atau sikap yang tidak dapat diterima, dan kedua karena perbuatanya. Jadi, keduanya juga karena perbuatan, hanya berbeda sifatnya .
Sikap Rendah Diri
Sikap rendah diri itu ada sebab-sebabnya, mungkin cacat fisik,mungkin karena sosial ekonominya, mungkin rendah pendidikannya mungkin pula karena kesalahan perbuatannya.
a.    Keterasingan Karena Cacat fisik
Cacat fisik itu tidak perlu membuat hidup terasing karena cacat fisik itu kehendak Tuhan, Namun manusia lain jalan pikirannya. Merasa malu anaknya atau cucunya yang cacat fisik . maka disingkirkan anak tersebut dari pergaulan ramai, hidup dalam keterasingan.
b.    Keterasingan karena sosial ekonomi

 Ekonomi kuat atau lemah adalah anugerah tuhan. Orang tidak boleh membanggakan kekayaan. Tetapi orang tidak boleh pula merasa rendah diri karena keadaan ekonomi yang sangat rendah. Namun didalam kenyataan lain keadaannya. Orang-orang  yang lemah ekonominya sering kali merasa rendah diri, akibat orang-orang yang kaya sering membanggakan kekayaannya, meskipun tidak sengaja.

c.    Keterasingan karena rendah pendidikan

Banyak juga orang merasa rendah diri, karena rendah pendidikannya, berakibat kurang dapat mengikuti jalan pikiran orang yang berpendidikan tinggi dan banyak pengalaman.
            Dalam pergaulanorang-orang yang berpendidikannya rendah dan kurang pengalaman biasanya menyendiri,mengasingkan diri karena serba sulit menempatkan diri.

d.    Keterasingan karena perbuatannya
Orang terpaksa hidup dalam keterasingan karena merasa malu, dunia rasan ya sempit, bila nampak orang ingin mukanya ditutupi. Itu semua adalah akibat dari perbuatannya, yang tidak bisa diterima oleh masyarakat lingkungannya.

Usaha-usaha Untuk Mengatasi Keterasingan
            Keterasingan berasal dari kata terasing dan dari kata dasar asing artinya sendiri , tidak dikenal orang , kata terasing berarti tersisih dari pergulan ,terpisahkan dari yang lain atau terpencil.
Keterasingan umumnya terjadi karena sikap sombong, angkuh,pemarah,suka berkelahi, dan sikap rendah diri. Sikap rendah diri itu bermacam-macam antara lain : cacat fisik,sosial ekonomi,pendidikan atau pengalaman,dan perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat.
4. Makna Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi, artinya sunyi , lengang,tidak ramai,tidak ada orang atau kendaraan, tidak banyak tamu, tidak banyak pembeli,tak ada apa-apa, dan sebagainya. Kesepian adalah keadaan sepimatau hal sepi .
Sebab-sebab Terjadinya Kesepian
            Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustrasi pun dapat mengakibatkan kesepian . yang bersangkutan tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.
Contoh :
1.    Pangeran sidharta, putra raja kapilawastu, meninggalkan istana, tempat kemewahan,keramaian,dan keindahan. Karen frustrasi menyaksikan kontradiksi keadaan istana yang penuh penderitaan, maka ia meninggalkan istana pergi ke hutan ke tempat yng sunyi, mencari hakiki hidup.
Hidup Kesepian Akibat Takut Kehilangan Hak Nama Baik
            Nama baik merupakan harapan setiap orang . bahkan orang tak takut mati demi menjaga nama baik. Meskipun sudah berhati-hati menjaganya mungkin juga orang masih berbuat salah, sehingga cemar nama baiknya .
Contoh :
1.    Marni karena mendapat “Kecelakaan”, mengasingkan diri. Ia tidak mau bergaul dengan kawan-kawannya . akibatnya dia kesepian.
5. Makna Ketidakpastian
      Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu atau mendua, atau aapa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak jelas,. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi . ketidakkonsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikiranya kacau .

Sebab-sebab Terjadinya Ketidakpastian
       Orang yang pikirannya terganggu tidak lagi berpikir secara teratur , logis ataupun mengambil kesimpulan. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi,phobia,delusi,gerakan-gerakan gemetar ( buyuten) , kehilangan pengertian (aparia) , kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu (agnesia) .  sebab-sebab itu ialah :
1.    Obesesi
Obsesi merupakan gejala neurose jiwa,yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus , biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan atau sebab-sebab tak diketahui oleh penderita .
2.    Phobia
Ialah rasa ketakutan yang tak terkendalikan , tidak normal,kepada suatu hal atau kejadian , tanpa diketahui sebab-sebabnya

3.    Kompulsi
Ialah adanya keraguan-keraguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakan,sehingga ada dorongan yang tak didasari untuk selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali (neurose) .

4.    Histeria
Ialah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan,pengalaman pahit yang menekan,kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri , atau sugesti dari sikap orang lain .

5.    Delusi
Menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat. Tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.

6.    Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa  rangsangan pancaindra . seperti para prewangan(medium) dapat digolongkan pada pengalaman halusinasi.dengan sugesti diri orang dapat juga berhalusinasi . halusinasi buatan misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius .


MANUSIA DAN HARAPAN

1.    Berbagai Contoh dalam Kehidupan

Mengenai harapan-harapan yang ada pada manusia. Dapat diperhatikan informasi tentang sejarah tokoh-tokoh masyarakat, di antaranya adalah seorang Pahlawan Nasional : “Mohammad Husni Thamrin”. Menurut Anhar Ganggang dalam bukunya yang berjudul “Muhammad Husni Thamrin”, tokoh tersebut ketika masih kanak-kanak diharapkan oleh ibunya agar kelak diperolehnya kepandaian, dengan kepandainya itu diharapkan agar Mohammad Husni Thamrin dapat memikirkan kehidupan bersama disekelilingnya. Bahkan dukun bayi yang membidani kelahiran tokoh itu. Menyebutnya dengan harapan agar kelak dicapainya pangkat yang lebih tinggi.
Yang perlu diperhatikan pada harapan Sang ibu dalam informasi di atas ialah mengenai adanya kehidupan bersama di sekeliling Mohammad Husni Thamrin.
Harapan Sang ibu itu agak terkabul. Setelah Mohammad Husni Thamrin selesai menempuh pelajaran di lembaga pendidikan yang setingkat SD dan SMP, sebenarnya ia berkesempatanmuntuk meneruskan pelajaran di Koning Willem II yang setingkat SMA sekarang. Tetapi, di sekolah ini ia tidak menamatkannya. Pemuda kelahiran 16 Februari 1894 itu kemudian bekerja sebagai pegawai pamong praja di Batavia. Tetapi, ia tidak lama bekerja sebagai pegawai di pamong praja. Kemudian ia memilih lapangan pekerjaan sebagai karyawan perusahaan perkapalan milih Belanda yang bernama KPM selama sepuluh tahun (1914-1924). Pada masa itulah ia berkenalan dengan Van Der Zee yang sering mengajaknya berdiskusi tentang masalah-masalah kemasyarakatan. Dengan berlatar belakang pengalaman, ia dapat menghayati adanya penderitaan masyarakat sebagai akibat penjajahan.
Bukan cuma Muhammad Husni Thamrin yang merasakan penderitaan tersebut, tapi Sang ibu dari Muhammad Husni Thamrin juga merasakan adanya penderitaan masyarakat akibat penjajahan. Sang ibu dari Muhammad Husni Thamrin juga menaruh harapan agar Muhammad Husni Thamrin  dapat mengatasi penderitaan akibat penajajahan tersebut. Bahkan dukun bayi yang membidani Muhammad Husni Thamrin pun menaruh harapan agar “si bayi” kelak memiliki potensi yang dapat membimbing masyarakat untuk bertindak menghilangkan penderitaannya. Disamping penderitaan yang dirasakan oleh Individu, ada juga yang dirasakan oleh Masyarakat. Di atas, hal itu sudah beberapa kali disinggung. Jadi dengan demikian kita ketahui adanya dua jenis penderitaan yaitu penderitaan individual dan penderitaan bersama.
Contoh-contoh ilustrasi mengenai penderitaan yang sekaligus disertai dengan harapan untuk bebas dari penderitaan.
a.    Penderitaan yang dialami oleh seorang ibu yang sudah saatnya bersalin. Rasa sakit yang dialami sering ia dilukiskan sebagai seribu rasa sakit berpadu dalam satu saat. Pada saat itu yang diharapkan oleh seorang ibu yang sedang bersalin adalah kelahiran anaknya, laki-laki atau perempuan, dan dalam keadaan hidup juga sehat. Selanjutnya ia berharap pula agar ia dapat segera mendekap anaknya yang baru saja melahirkan, disusuinya, ditempelkan di didadanya agar degup jantung ibunya dapat didengar oleh anaknya, demikianlah harapan ibunda terhadap anaknya dengan penuh kasih dan sayang.
b.    Penderitaan yang dialami oleh orang yang sedang sakit; ia pergi berobat ke dokter atau kepada orang yang dianggapnya dapat mengobatinya, dengan harapan ia dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya.
c.    Penderitaan para pejuang kemerdekaan. Dengan berperang melawan para penjajah, dengan harapan agar kemerdekaan yang diperjuangkannya dapat terwujud.
d.    Penderitaan yang dialami oleh pelajar/mahasiswa: pelajar dan mahasiswa  sebenarnya  adalah orang yang mau dan bersedia . Meskipun demikian, di balik penderitaan itu mereka mempunya harapan untuk dapat menempuh hidup di dunia dengan cara dan langkah yang baik.
e.    Perjaka atau gadis yang memasuki periode perkembangan jasmani dan rohani tertentu; hampir semua perjaka atau gadis diorientasikan untuk menciptakan keaikan suasana pada perjumpaan dengan kekasihya. Meskipun dalam perjalanan untuk menciptakan suasana yang serba menyenangkan itu tidak kecil kemungkinan dijumpai hal-hal yang “menyakitkan”, yang menyebabkan timbulnya penderitaan.
Penderitaan bersama banyak dilukiskan dan dikisahkan dalam pustaka-pustaka susastra, pustaka-pustaka keilmuan, dan juga dalam kitab-kitab keagamaan.
            Bahwasanya dunia ini terbagi menjadi beberapa blok pada hakikatnya adalah karena munculnya teori dan hipotesis yang bermacam-macam. Setiap teori untuk mencapai kebahagian dan ketentraman didukung oleh argumen tertentu yang dianggap kuat.

2.    Nilai-nilai Budaya Sebagai Tolak Ukur Harapan
Di dalam hasil budaya yang berupa hasil sastra dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya. Jika nilai budaya tersebut diangkat oleh pengubah/penulisnya, sebagai temuan gagasan utama, maka hasil sastra itu pada hakikatnya memantapkan harapan masyarakat yang ide-idenya “terwakili” dalam hasil sastra tersebut. Misalnya dalam sastra Jawa meliputi nilai budaya sebagai berikut;
1.    Nilai kejuangan dan semangat pengorbanan,
2.    Nilai-nilai kerumahtanggaan, dan
3.    Nilai-nilai kemandirian kaum wanita.
Nilai kejuangan yang dijadikan tolak ukur dan yang selanjutnya diharapkan agar dimiliki oleh calon warga masyarakat di antaranya ialah;
1.    Kesetiaan,
2.    Kesungguhan,
3.    Pengutamaan untuk mengapdi pada tugas,
4.    Pemberian nilai pada jenis-jenis pekerjaan,
5.    Disiplin, dan
6.    Watak pejuang.
Nilai-nilai kerumahtanggaan yang diharapkan berkembang di dalam setiap keluarga ialah;
1.    Dibentuk melalui proses pernikahan menurut agama,
2.    Hubungan suami dan isteri berdasarkan cinta kasih,
3.    Jati diri suami berdasarkan watak yang baik, benar dan mantap,
4.    Jati diri isteri berdasarkan watak yang baik, benar dan mantap,
5.    Hubungan antara orang tua dan anak menurut kewajiban dan hak masing-masing, dan
6.    Pembinaan keluarga ke arah kehidupan yang sejahtera dan bahagia.
Adapun nilai-nilai kemandirian kaum wanita yang diharapkan dapat dimiliki oleh setiap individu wanita adalah yang bertalian dengan sifat-sifat sebagai berikut;
1.    Berkemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas, dengan penuh konsentrasi, dan tekun,
2.    Hemat dan mampu merawat, tidak menggunakan kata-kata lekoh dalam berkomunikasi, setiap tindakan harus  berdasarkan rencana yang matang dan cermat, menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia, dan senantiasa berusaha mendudukan setiap masalah pada proporsi yang tepat.
3.     Pandai memelihara dan menjaga sesuatu yang harus dipertaggung-jawabkan, pandai memilih saat yang tepat untuk berperilaku dan memantaskan diri, dan selalu siap untuk memenuhi harapan suami, ayah/ibu, atau masyarakat, serta selalu siap siaga untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Nilai-nilai kejuangan, kerumahtanggaan, dan kemandirian kaum wanita yang diharapkan dalam kebudayaan tersebut, di dalam hasil sastra Jawa diberi istilah sebagai berikut;
1.    Mantep, tenan, taberi (mantap, serius, dan tekun)
2.    Patitis (teliti, cermat)
3.    Satuhu (setia)
4.    Natisi, ngati-ati, merak ati (berencana, berhati-hati, menarik)
5.    Mawa denga lawan watara (penuh perhitungan)
6.    Mantep suci ing kalbu (mantap dan berhati suci)
7.    Den watak amba, den gedhe pengapurane (sabar dan pemaaf)
8.    Basanira den manis arum (berbahasa dengan baik)
9.    Wajib anggulang semedi lang enget kang sampun dadi tuldha (wajib menunaikan ibadah dan senantiasa mengacu pada tokoh teladan)
10.  Pratikele wong akrami amung ati pawitane (pranata keluarga yang dibangun dengan perkawinan hanya bermodal niat iktikad, cipta, rasa dan karsa)
11.  Bobot, bebet, bibit, warna, brana, wibawa, pembeka, yogyana, kawikanana sebagai landasan pemilihan jodoh (sebaiknya memenuhi syarat : berpengetahuan, berkelakuan baik, bernafkah, dihormati dan berkarakter)
12.  Sregep, pethel, tegen, wekel, penagti-ati sebagai syarat untuk melestarikan rumah tangga (rajin bekerja, tidak menjadi sumber kemarahan, memberikan kepuasan pihak yang berhak memimpin dan memberi amanat dapat dipercaya, senantiasa menghindari dari kesalahan)
13.  Aja kereng drengki lan cengkiling, an aja ngerusak barang (hindarkan tabiat pemarah, cemburuan, dan suka memukul dan janganlah merusak barang milik)
14.  Tumrap kakung : teguh, tangson, tanggung (bagi pria : berbadan sehat dan suka bekerja keras/berat, tidak mudah terpengaruh/gugup/emosi, dapat bertindak sebagai pelindung)
15.  Tumrap pawestri : merak, ati, gumati, luluh (bagi wanita/isteri : rapi/bersih/sehat, bekerja dengan penuh konsentrasi, tekun, dan tuntas arif sebagai pendidik)
16.  Tumrap anak : wedi trusing ati marang wong tuwane, serta marang gurune, ora madal perentah lan mumpung kara, ora nyatur bapa biyung lan ngalem awaki dhewe (bagi anak : dengan ikhlas mentaati orang tua, gurunya, tidak membantah/menolak nasihat tetapi jika memang ada hal-hal yang tidak disetujui disampaikan apabila terbukti bahwa nasihat tersebut ternyata tidak benar, dan tidak mempergunjing ayah dan ibunya dan hanya memuji kebaikan dirinya)
17.  Gelaring pambudi nut ing jaman kelakone, rigen, gemi, nastiti, weruh etung, taberi tetanya, nyegah kayun, nemen kaya wong tininggal arta kang wis ilang piyandele, lipure mung yenturu, lamun tangi sungkawa malih. (dapat menyesuaikan diri, mampu menyelesaikan tugas atau pekerjaan, dengan baik dan tuntas hingga berhasil, hemat, cermat, tahu akan perhitungan, rajin, bertanya untuk menambah pengetahuan, mencegah kehendak yang menjurus kepada pengobaran nafsu, bersungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita, tidak membiasakan berhutang/meminjam uang yang berakibat menjauhkan ketentraman)

1.    (khusus untuk menjaga martabat kaum wanita): rigen, tegen, mugen; gemi, nastiti, ngati-ati, gumati, mangerti, miranti, titi, tukti, rumanti, titi, rukti, rumanti, rikat, cakat, cakut, prigel, trampil; idhep, mandhep, mantep, sregep. (pandai mengatur strategi, penuh konsentrasi, rajin hemat, pandai menyusun rencana dengan penuh perhitungan dan waspada.
Demikianlah antara lain dari hasil sastra jawa dapat diteruskan sejumlah harapan yang dijadikan tolak ukur bagi usaha untuk menemukan kebahagiaan dalam kehidupan.
Selanjutnya, karya dari Mochtar Buchori dosen IKIP Semarang dan peneliti senior LIPI, mengenai harapan sebagai pantulan jaman. Sebagai berikut;
“Kudangan” (kata Bahasa Jawa) ialah harapan yang terpendam dalam hati orang tua mengenai masa depan sang anak.
Pada jaman penjajahan yang sering diucapkan oleh ibu antara lain ialah agar anaknya kelak menjadi priyai, menjadi kaya, menjadi orang pandai, menjadi orang saleh, atau menjadi orang yang disegani oleh masyarakat sekitarnya.
Kudangan pada dasarnya adalah kristalisasi aspirasi seorang ayah atau ibu mengenai dua hal, yakni;
1.    Aspirasi mengenai sosok kemanusiaan yang diharapkan akan berkembang pada anaknya, dan
2.    Aspirasi mengenai tempat yang diharapkan akan dicapai oleh anaknya tadi dalam masyarakat.
3.Makna Harapan
Harapan berasal dari kata harap, artinya keinginan supaya sesuatu terjadi. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu hati. Putus harapan berarti putus asa.
            Contoh:
1.    Budi seorang mahasiswa Universitas Terbuka, ia belajar rajin dengan harapan di dalam Ujian semester memperoleh nilai A.
2.    Mang udin seorang petani yang rajin. Sejak mulai menggarap sawahnya, ia mempunyai harapan agar hasil panen baik dan hasilnya selain cukup di makan juga dapat untuk memperbaiki rumahnya.
Dari kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Mang udin adalah terjadinya buah keinginan, karena itu mereka bekerja keras.
Harapan artinya keinginan yang belum terwujud. Setiap orang mempunya harapan. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya sebagai manusia. Manusia yang tak mempunyai harapan berarti tak dapat diharapkan lagi. Namun jika terlalu banyak berharap itu menyakitkan. Dan banyak memberi harapan itu php.
Menurut kodratnya dalam diri manusia ada dorongan, yakni dorongan kodrat dan dorongan hidup. Dorongan kodrat itu ialah menangis, tertawa, berfikir, berkata, bercinta, mempunyai keturunan, dan sebagainya.
Kebutuhan hidup ialah kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani ialah pangan, sandang, dan papan. Sedangkan kebutuhan rohani meliputi kebahagiaan, kesejahteraan, kepuasan, hiburan dan sebagainya.
Dalam mencukupi kebutuhan itu, baik kodrat maupun kebutuhan hidup manusia tidak dapan mencapai sendiri, melainkan harus dengan bantuan orang lain.
Berdasarkan kebutuhan kodrat dan kebutuhan hidup itu, maka orang mengharapkan agar kebutuhan hidup itu dapat dipenuhi. Sehubung dengan kebutuhan-kebutuhan manusia itu, Abraham Maslow mengatagorikan kebutuhan manusia menjadi lima macam. Lima macam kebutuhan manusia merupakan lima harapan manusia. Lima macam kebutuhan itu ialah :
1.    Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival).
2.    Harapan untuk memperoleh keamanan (safety).
3.    Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai (belonging and love).
4.    Harapan memperoleh status atau untuk diterima atau diakui lingkungan.
5.    Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-cita (self actualization).
4. Makna Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
            Ada ucapan yang sering kita dengar
-          Ia tidak percaya pada diri sendiri.
-          Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita kurang dapat dipercaya akan kebenarannya.
-          Kita harus percaya akan nasihat-nasihat itu diambil dari ajaran Al-Quran dan sebagainya.
Dengan contoh sebagai kalimat yang sering kita dengar dalam ucapan sehari-hari itu, maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar dari kepercayaan itu adalah kebenaran.
Apakah Kebenaran Itu
Kebenaran, menurut Poedjawiyatna dalam bukunya Etika Filsafat Tingkah Laku: merupakan cita-cita orang yang tahu, sudah tentu dalam hal ini kebenaran tersebut adalah kebenaran logis.
Manusia mempunyai bahasa sebagai alat komunikasi dalam bergaul. Pada manusia yang utama ialah bahasa (lisan atau tertulis) yang terdiri dari kata-kata, yang digabungkan dalam bentuk kalimat.
Dapat pula dikatakan, bahwa orang yang tahu itu sebenarnya menyatakan sesuatu terhadap sesuatu. Sebab kata-kata itu masing-masing menunjuk pengertian segitiga dan tahu pula tentang pengertian segitiga sudut, mungkin orang akan menghubungkan pengertian segitiga sudut. Ada pula yang mengatakan, bahwa tahu manusia dalam putusannya ialah tindakan mental manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu.
Jika tidak ada persesuaian antara putusan dan obyeknya yang diketahui, maka ada dua kemungkinan :
a. orang yang mengutarakan putusan (mengatakan) itu keliru.
b. orang yang mengutarakan itu sengaja mengatakan yang tidak sesuai dengan keyakinannya. Adapun tindakan itu disebut bohong atau dusta.
Kekeliruan adalah bukan obyek etika dan karena kekeliruan orang tidak dianggap buruk, lain halnya berdusta atau berbohong adalah tindakan etis yang buruk. Jelas kebenaran atau tidak kebenaran itu timbul dari manusia.
            Berbagai Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Karena itu, sesuai dengan contoh-contoh di depan, maka kepercayaan dapat dibedakan atas :
1)    Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu perlu ditanamkan dalam setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri hakikatnya percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
            Contoh:
a.       Tigor, dalam drama TVRI yang berjudul “TIGOR”, tidak takut kepada Jaya Kepruk, Karena ia yakin, bahwa ia tidak merasa salah. Ia percaya pada dirinya sendiri. Ia hanya takut kepada Tuhan.
b.       Wibisana, adik Ramayana berkhianat kepada kakaknya dan menggabungkan diri kepada musuh kakaknya yaitu Ramayana, karena ia percaya bahwa dirinya benar. Ia memihak kepada kebenaran dan kakaknya dianggap pihak yang salah.

2)    Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu daoat berupa percaya saudara, orang tua, guru atau siapa saja.
3)    Kepercayaan kepada Pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat (kewibawaanpun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara).
4)    Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu tidak dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu tergantung kepada pribadi, kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
a)    Meningkatkan ketakwaan kita dengan meningkatkan ibadah kita.
b)    Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat (ambek para martha)
c)    Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
d)    Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
e)    Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.


PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN
DAN
LINGKUPAN HIDUP (PKLH)

1.    LATAR BELAKANG PERLUNYA PKLH
Masalah lingkungan hidup telah ada sejak dahulu kala.Adanya perpindahan penduudk (migrasi) dari satu tempat ke tempat lainnya, merupakan bukti bahwa manusia telahmengtahui atau menyadari adanya kualitas yang kurang memadai lagi.
Jadi secara umum dapat dikatakan bahwa lingkungan hidup adalah sejumlah benda dan kondisi – kondisi yang ada dan berpengaruh kepada kehidupan kita, termasuk juga tingkah laku manusia.
Sehubugan dengan itu, muara daaari PKLH ada kaitannya dengan upaya mewujudkan kesejaheraan manusia. Di bawah ini disajikan beberapa informasi agar dapat di renungkan sebagai bahan pertimbangan :

Ø  Informasi I
Usainya Perang Dunia II yang melibatkan hamper semua bangsa dan sebagian besar wilayah muka bumi telah membawa efek demografis yang sangat berpengaruh menyakut lingkungan dan sumber-sumber hidup manusia. Meningkatnya kelahiran yang dikenal juga sebagai “The Baby Bom” di seluruh dunia. Sementara iitu, di Negara berkembang yang beberapa di antaranya berubah statusnya daei wilayah jajahan menjadi Negara merdeka, mulai berlaku “ledakan penduduk” sebagai akibat tingginya angka kelahiran dan menurunnya tingkat kematian.
Ø  Informasi II
Lebih dari satu juta anak RRC tidak mempunyai izin bertempat tinggal karena mereka lahir lebih dari jumlah yang ditargetkan  pemerintah. Tanpa izin tersebut anak-anak yang sering disebut “anak gelap” itu tidak mempunyai hak sebagai warga Negara RRC, sehingga mereka tidak boleh menerima ransum makanan,tunjangan pendidikan dan lowongan pekerjaan.
Dalam melaksanakan kebijaksanaan “satu anak”, pemerintah menugaskan pamong praja si seriap daerah untuk mengawasi agar seorang wanita hanya mempunyai satu anak.orang tua yang mempunyai anak lebih dari satu orang akan dihukum.
Ø  Informasi III
Beberapa Negara di dunia telah terlibat  dengan masalah kependudukan . Indonesia tidak luput dari masalah ini. Pertumbuhan yang cepat (lebih dari dua persen), akan mengakibatkan terjadinya struktur muda,sehingga angka ketergantungan tinggi.
Ø  Informasi IV
Sejak tahun 1950-an masalah pencemaran makin menarik perhatian.
Di teluk Mimata, Jepang terjadi pencemaran air raksa yang berasal dari limbah pabrikyang dibuang ke teluk.Air raksa itu di serap oleh plankton yang menjadi makanan ikan. Ikan dimakan oleh manusia dan manusia pun mengalami keracunan air raksa yang kemudian dikenal dengan penyakit Minamata .
Ø  Informasi V
Dari sejarah  diketahu bahwa pembangunna bendungan Aswan di Mesir pad tahun 902 untuk mencegah banjir dan untuk memungkinkan irigasi sepanjang tahun, ternayat kemudian menjadi perusak tanah oleh proses salinasi yang menurunkan produktifitas lahan daerah yang bersangkutan.

2.    TUJUAN PKLH
Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup berasl dari dua konsep dasar pendidkan , yaitu Pendidikan Kependudukan dan Pendidikan Kelestarian LIngkungan Hidup.
PKLH itu sendiri “suatu program pendidikan untuk membina anak/peserta didik agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap dan perilaku yang rasional dan bertanggung jawab tentang pengaruh timbal antara penduduk dengan lingkungan hidup dalam berbagai aspek kehidupan manusia.”

Tujuan PKLH yang lebih terperinci :
a)    Mengembangkan pengetahuan tentang konsep kependudukan dan Lingkupan Hidup
b)    Mengembangkan kesadaran terhadap adanya  masalah kependudukan dan Lingkungan Hidup.
c)    Menumbuhkan kesadaran akan perlunya mengatasi masalah konsep kependudukan dan Lingkupan Hidup.
d)    Mengmbangkan pengetahuan tentang adanya hubungan timbal balik antar penduduk dan lingkungan Hidup.
e)    Mengembangkan sikap positif terhadap pembentukan lingkungan hidup yang serasi  yang menjamin kelangsungan hidup manusia.
f)     Mengembangkan keterampilan untuk membina keluarga dan kelestarian lingkungan hidup.
g)    Mengembangkan parsitipasi aktif dalam usaha meningkatkan kualitas penduduk dan kelestarian lingkungan hidup.



3.    OBJEK PKLH
Objek yang menjadi medan studi PKLH selalu berkaitan dengan masalah kependudukan dan kelestarian lingkungan hidup.
Dalam seminar segi-segi hokum dari pengelolaan Lingkungan Hidup pada tanggal 25-27 Maret 1976, masalah itu meliputi :
a)    Masalah kependudukan dengan segala parameternya.
b)    Masalah pencemaran lingungan.
c)    Masalah ekonomi dalam hubungannya dengan konsep pertumbuhan dan biaya-biaya social.
d)    Masalah isntitusional : kerjasama baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mengakibatkan memburuk atau membaiknya kualitas lingkungan.
e)    Masalh presepsi manusia terhadap kualitas lingkungan hidupnya.

Sedangkan dalam seminar Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan LIngkungan Hidup pada tanggal 23 Maret 1988, masalah itu meliputi :
a)    Ekosistem
b)    Populasi
c)    Ekonomi dan Teknologi
d)    Keputusan yang berkaitan dengan Lingkungan
e)    Etika Lingkungan



4.    PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN KESELARASAN LINGKUNGAN HIDUP

1)    Masalah Lingkungan
Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan bumi dan isinya, penciptaan itu berupa tumbuh-tumbuhan yang ebranek ragam dan hewan yang bersel satu maupun binatang raksasa. Kini tumbuhan raksaa itu telah  punah dan dalam jutaan tahun usianya terpendam di bumi.karena peristiwa kimia berubah menjadi barang tambang, batu bara, minyak bumi.
Setelah kelahiran manusia, muncul jenis baru tumbuhan dan hewan yang disediakan untuk lingkungan manusia agar sejahtera hidupnya.
2)    Pengertian Lingkungan
Lingungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar tempat hidup atau tempat tinggal kita. Kalau di perhatikan, suatu lingkungan hidup, ada dua hal yang tampakmengisi lingkungan hidup itu :
                                      I.        Berbagai macam makhluk hidup.
                                    II.        Benda atau keadaaan yang tidak dapat digolongkan kedalam makhluk hidup.
3)    Keselarasan Lingkungan
Setiap lingkungan hidup antara komponen satu dengan yang lainnya saling ketergantungan dan terkait. Contohnya adalah :
Ø  Rumput                dimakan              Kambing
Ø 
arimau
Kambing               dimakan              Harimau
Hubungan makan-makanan tersebut tidak hanya berkisar pada

kejadian seperti diatas melainkan juga dapat berlanjut sehingga berbentuk deretan yang lebih panjang, mislanya :
Ø  Jagungdimakan Tikus, Tikus dimakan Ular, Ular  dimakan burung, burung dimakan elang, dsb.

4)    Peranan Manusia dalam lingkungan hidup
Manusia merupakan salah satu komponen biotik di dalam suatu lingkungan hidup. Manusia mempunyai kelebihan dari makhluk lain, ialah akal budi. Dengan kelebihan ini manuisa mempunyai kedudukan yang istimewa dalam suatu lingkungan hidup.Dengan akal dan pikirannya, manusia banyak bertindak. Sehingga kepentingan manusia lebih diutamakan dari kepentingan yang lain. Setiap lingungan hidup diatur dan dimanfaatkan sesuai kebutuhannya.
5)    Pertumbuhan penduduk dan sumber alam
Sumber alam dapat dibagi menjadi 2 golongan :
                                      I.        Sumber alam abiotic
Ialah semua jenis tumbuhan dan hewan
                                    II.        Sumber alam abiotic
yang dapat digolongkan dalam sumber alam abiotic ialah tanah, air, udara, mineral dalam tanah.
6)    Pemanfaatan sumber-sumber alam
                                                      i.        Tanah
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu telah memungkinkan tanah memberikan hasil yang berlipat ganda yaitu peningkatan produksi panen yang berasal dari tanah.
                                                     ii.        Air
Air merupakan kebutuhan pokok manusia, sejak penggunaan yang paling kecil seperti untuk minum, masak, mencuci, mandi dan sebagainya sampai dengan pemanfaatan air untuk pertanian.pembangunan waduk untuk pengairan dam pembangkit listrik.
                                                    iii.        Hutan
Hutan berperan sebagai pelindung banjir, longsor dan sebagainya. Hasil hutan untuk keperluan kehiupan : rotan untuk alat rumah tangga, kayu untuk pembuatan kertas. Selain itu hutan untuk perlindungan hewan-hewan.
                                                   iv.        Pertambangan
Bahan bahan tambang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
a.    Minyak bumi
Dari minyak bumi bias dihasilkan bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor, bahan-bahan pelumas, minyak solar untuk mesin diesel, mesin pembangkit listrik serta minyak tanah.
b.    Batu Bara
Untuk lokomotif uap, juga menghasilkan gas bagi keperluan penerangan. Dari batu bara juga dihasilkan cookes untuk industry besi, baja, plastic, nylon dan obat-obatan.
7)    Pertumbuhan penduduk dan terjadinya polusi
Ø  Pencemaran Tanah
Penecemaran tanah disebabkan oleh berbagai hal, seperti sampah-sampah plastic, kaleng-kaleng, sehingga tanah tidak bias ditumbuhi tanaman. Pemakain pupuk yang terlalu banyak, tidak menurut aturan yang telah ditentukan, menyebbakan polusi tanah.Guna pencegahan, maka pemakain pupuk di daerah pertanian hendaklah menurut aturan yang sudah di tentukan.
Ø  Pencemaran Udara
Disebabkan oleh asap-asap yang keluar dari pabrik dan kendaraan bermotor.makin besar jumlah penduduk, makin berkembanglah ilmu pengetahuan, sehingga banyak didirikan pabrik-pabrik dan diproduksi mesin-mesin  serta kendaraan bermotor untuk mencukupi kebutuhan hidup penduduk.
Polusi Udara menggaggu pernafasan,asma ,bronchitis, dan sebagainya.
Ø  Pencemaran Air
Polusi air dapat terjadi karena pengunaan zat-zat kimia yang berlebihan, seperti penggunaan DDT,endrin , yang melebihi dosis yang telah di tentukan.
Pencemaran air dapat juga disebabkan oleh air yang mengandung sampah kimia dari pabrik, sebagai bahan pencuci yang dibuang ke sungai-sungai.
Untuk mencegah polusi air, maka hendaklah penggunaan obat-obatan dan bahan kimia hendaklah menurut aturan.
Ø  Polusi Suara
Suara yang terlalu bising mengganggu ketenangan, dapat menimbulkan gangguan jasmaniah dan rohaniah, misalnya gangguan jantung, kelenjar-kelenjar, pernafasan, gangguan syaraf, perasaan gelisah.
Untuk mencegah polusi suara, hendaknya kita menyadari bersama, agar dalam memakai kendaraan mengurangi suaranya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMUNIKASI BISNIS

Tokoh Koperasi Dunia (Jerman)

KESIMPULAN ILMU BUDAYA DASAR